Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » dr. Ratna Surya Widya

Resep Kebahagiaan Wanita

Submitted by Untung on May 13, 2011 – 6:12 am2 Comments

Benarkah Wanita Lebih Mudah Iri Resep Kebahagiaan Wanita.  oleh: Dr. Ratna Surya Widya.

Dalam Samyutta Nikaya IV:143, Buddha memberikan wejangan khusus terhadap wanita, apa resep kebahagiaan untuk wanita. Sebenarnya resep ini seharusnya juga berlaku untuk pria. Entah kenapa Buddha memberikannya kepada wanita.

Ada sebelas point resep kebahagiaan wanita yang diterangkan oleh Dr. Ratna Surya Widya dalam ceramah dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha berdasarkan Samyutta Nikaya IV:143 tersebut. Tidak mudah  untuk melaksanakan ke sebelas point tersebut. Karena memang agama Buddha adalah agama praktek. Agama yang menekankan umatnya untuk praktek apa yang diajarkan Buddha, bukan sekedar pengetahuan teori. Apa saja ke sebelas point resep kebahagiaan wanita tersebut? silakan anda mendengarkan langsung ceramah dhamma dari Dr. Ratna Surya Widya dibawah.

Dalam ceramahnya, Dr. Ratna Surya Widya juga mengemukakan bahwa berdasarkan banyak sumber, wanita lebih mudah mudah merasa iri hati terhadap sesamanya dibandingkan para pria. Berdasarkan catatan yang dibuat beliau, jika dalam satu kantor ada dua orang wanita hebat maka kantor tersebut suasananya akan tidak nyaman. Masing-masing wanita akan membuat kubu masing-masing. Hal ini tidak berlaku untuk pria. Jika ada lima orang pria hebat dalam satu kantor, mereka akan dapat bekerja sama.

Dalam pandangan Buddhism, wanita mempunyai kedudukan yang sama dengan pria. Wanita punya kesempatan yang sama untuk meraih tingkat kesucian Arahat seperti pria. Cuma satu yang tidak bisa, yaitu wanita tidak bisa menjadi Buddha. Karena hanya pria yang bisa menjadi Buddha. Namun esensinya adalah wanita mempunyai kesempatan yang sama dengan pria untuk mencapai Nibbana lewat pencapaian tingkat kesucian Arahat.

Pernah mendengar tentang istri melakukan selingkuh harta? Apakah maksudnya istri menggunakan harta suami untuk melakukan hubungan selingkuh? bukan itu. Kasus ini rasanya cukup banyak terjadi terutama jika suami memberikan kepercayaan penuh kepada istri untuk mengelola keuangan keluarga. Menurut saya bukan pemberian kepercayaan nya yang salah, tetapi kepercayaan tersebut yang disalah gunakan.

Silakan anda mendengarkan ceramah dhamma dr. Ratna Surya Widya tentang resep kebahagiaan untuk wanita dengan mengklik tombol play dibawah ini. Bagi anggota yang ingin mengunduhnya, silakan menggunakan username dan password yang telah diberikan.

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya ‘Resep Kebahagiaan Wanita’

[1:04:56]   11.1 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Resep Kebahagiaan Wanita’ 11.1 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat. Salam Sejahtera buat anda semua.

2 Comments »

  • siana says:

    Namo buddhaya..
    Saya mau bertanya,kalau saya dlahirkan sebagai seorang perempuan,saya †i??k bisa menjadi buddha.apakah mungkin saya bisa dilahirkan di kehidupan selanjutnya menjadi seorang laki-laki ?à? bisa belajar menjadi seorang buddha??terima kasih
    Salam metta

    • Untung says:

      Dear Siana,
      Jawabannya adalah sangat bisa. Seseorang tidak melulu terlahir sebagai manusia dan jika terlahir sebagai manusia bisa sebagai laki-laki bisa sebagai perempuan. seorang laki-laki tidak selalu terlahir kembali sebagai laki-laki demikian sebaliknya. ada beberapa faktor yang menentukan, tergantung karma/perbuatan. Hanya saat calon Buddha akan menjadi Buddha maka di kelahiran saat menjadi Buddha beliau harus terlahir sebagai laki-laki. salam metta.

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image