Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada yang Meninggal
October 24, 2014 – 4:37 pm | No Comment

Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada Yang Meninggal. oleh: Dr. Dharma Kumara Widya.  VPDS Okt 2014
Ketika anda melayat ke tempat orang yang meninggal, entah itu famili atau sekedar kenalan, Apa yang anda pikirkan? Perasaan …

Baca dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

Rudy Arijanto

Kumpulan Ceramah dari Bapak Rudy Arijanto

Sri Pannavaro Mahathera

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Dr. Krishnanda W. Mukti »

Pelimpahan Jasa, Apakah Berguna?
September 11, 2014 – 5:57 pm | 5 Comments

PelimpahaPelimpahan Jasa, Apakah Berguna?n jasa, apakah berguna? oleh Dr. Krishnanda Wijaya Mukti.  VPDS Agustus 2014

Pelimpahan jasa bagi sebagian Buddhis mungkin masih membingungkan. Apakah benar jasa atau kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada leluhur atau makhluk lain?

Dr. Krishnanda Wijaya Mukti dalam ceramah Dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha pada tanggal  24 Agustus 2014 memberikan khotbah tentang pelimpahan jasa ini. Dibawah ini merupakan tulisan dari Romo Krishnanda yang dibagikan kepada umat yang hadir pada saat kebaktian tersebut.

PELIMPAHAN JASA

“Kewajiban Dharma untuk keluarga telah ditunjukkan, bagaimana puja dilakukan bagi orang yang telah meninggal, bagaimana para biksu diberi kekuatan, dan betapa besaar jasa kebajikan anda.” (Khp.7)

Buddha mengajarkan kepada Sigala Muda tentang sejumlah kewajiban, diantaranya bakti. Seorang anak harus menunjang dan membantu orangtua, memelihara kehormatan dan tradisi keluarga, menjaga warisan, mendedikasikan jasa kebajikan/menyembahyangkan orangtua yang telah meninggal (D.III, 189)

Ullambana dan Pattidana

Hari purnama di bulan tujuh imlek merupakan kesempatan untuk melaksanakan pelimpahan jasa, dikenal sebagai Ullambana/Yu-lan-p’en/Urabon/Cioko. Semula upacara ini ditujukan kepada Buddha dan Sanggha atas nama ketujuh generasi leluhur. Pada zaman dinasti Tang, Amoghawajra menyesuaikannya dengan tradisi pemujaan leluhur dari rakyat setempat, sehingga upacara selanjutnya ditujukan bagi arwah leluhur. Puja ini bukan pemujaan berhala sepanjang leluhur tidak dipertuhan atau menjadi tujuan penyembahan untuk menggantungkan nasib,

Menurut Ullambanapatra-sutra, Mogallana setelah mencapai kesempurnaan, mampu melihat ibunya almarhum menderita sebagai hantu yang kelaparan. Ia mencoba menolong, namun tidak berhasil. Atas petunjuk Buddha, dana dipersembahkan kepada Sanggha dan melimpahkan jasa kebajikan tersebut kepada ibunya, sehingga hantu kelaparan itu terlahir di alam surga. versi lain menurut kitab Peta-Vattu, hantu itu adalah ibu Sariputra dalam kehidupan lima kelahiran sebelumnya. (Pv. II, 2)

Brahmana Janussoni bertanya mengenai manfaat persembahan bagi mereka yang telah meninggal, apa mereka menikmatinya? jawab Buddha, ada yang menikmatinya, ada yang tidak. Mereka yang terlahir di alam-alam surga, neraka, binatang, tidak mendapat manfaatnya. Hanya di antara hantu (peta). ada yang membutuhkan persembahan dari keturunannya, Persembahan bagi orang yang sudah meninggal tidak akan sia-sia, karena hantu lain dapat ikut menikmati (A. V. 268-270)

Ada 4 jenis hantu, yaitu Paradattupajivika-peta memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara sembahyang, Khupapipasika-peta selalu kelaparan dan kehausan, Nijjhamatanhika-peta selalu kepanasan, dan Kalakancika-peta sejenis Asura.

Tirokudda-sutta mengungkapkan bahwa di luar dinding, dipersimpangan jalan, di muka pintu, mereka pulang ke rumah. Di alam peta tidak ada pertanian,peternakan, perdagangan, pertukaran uang. Mereka mengharapkan persembahan makanan dan minuman, dan berdoa agar keturunannya panjang usia. seseorang yang memberi persembahan, mengingat kembali apa yang pernah mereka lakukan. “Semoga jasa-jasa ini melimpah kepada sanak keluarga yang telah meninggal. semoga sanak keluarga berbahagia,” Bila persembahan diberikan kepada Sanggha, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar (Khp. 7).

Pelimpahan jasa atau dana disebut pattidana, dapat dilakukan kapan saja. Paritta yang dibaca memuat doa agar jasa-jasa kebajikan terbagikan kepada para makhluk tanpa batas. Mengetahui pelimpahan dana ini, hendaknya mereka bersyukur dan dewa-dewa memberitakan.

Agama Berdimensi Sosial

Upacara Ullambana selalu diikuti pembagian derma, terutama berupa beras dan makanan bagi masyarakat. Sebelumnya, ada pembacaan Ksitigarbha-Sutra, Cin Kang Pau Chan (memuji Permata yang berharga dan pertobatan) dan Yan Khou (secara harfiah berarti “mulut api membara”, persembahan untuk menolong hantu kelaparan). Praktik ini telah berkembang menjadi suatu bentuk solidaritas sosial.

Ritual menghormati dan menghargai jasa leluhur, disertai dengan memberi persembahan. Kurban seperti ternak yang dibunuh, makanan, hasil bumi yang dilemparkan ke dalam api pemujaan, merupakan praktik takhayul/kebodohan (Bhuridatta jataka)

Seorang brahmana, Kutandanta, memohon petunjuk Buddha mengenai cara yang terbaik untuk melakukan ibadat persembahan kurban. Menurut tradisi, manusia melakukan ritual dengan menyembelih binatang-binatang untuk mengambil hati dewa agar doanya bisa terkabul. Buddha menolak kurban makhluk bernyawa.

Seorang raja menyelenggarakan upacara kurban demi kesejahteraan dan keselamatan negara. Hal-hal yang mengancam dan mengganggu kehidupan suatu negara adalah berbagai bentuk kejahatan yang timbul akibat kemiskinan dan kegagalan penegakan hukum. Karena itu, kurban yang tepat seharusnya adalah apa yang dibutuhkan oleh rakyat kecil, seperti makanan, bibit tanaman, bantuan modal, upah yang layak dan kesempatan bekerja. Jika orang-orang memiliki pekerjaan atau penghasilan, saling mencintai, hidup dengan hati yang lapang, maka negara pun tenteram dan damai. (D. I, 127-147).

Jelas, apa yang disebut kurban telah diredefinisikan. Buddha menukar kurban bagi dewa menjadi kurban bagi rakyat kecil. Upacara keagamaan dijadikan rasional sebagai ibadat sosial yang merealisasikan tanggung jawab untuk menghadirkan kesejahteraan.
Jakarta, 24 Agustus 2014
Krishnanda Wijaya Mukti/ Wihara Pluit Dharma Sukha

Demikianlah apa yang ditulis oleh Romo Krishnanda. Selanjutnya silakan anda mendengarkan secara langsung apa yang dibabarkan oleh beliau dengan mengklik tombol play dibawah ini, atau mengunduhnya dengan menggunakan username dan password yang telah diberikan secara gratis bagi semua anggota ceramahdhamma.com

Ceramah Dhamma Dr. Krishnanda Wijaya Mukti “Pelimpahan Jasa, Apakah berguna?”

[01:08:23] 11.7 MB
Download Ceramah Dhamma ‘Pelimpahan jasa, apakah berguna?’ Dr. Krishnanda Wijaya Mukti 11.7 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah kebijaksanaan anda. Semoga anda berbahagia. Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu..

Hukum Paticcasamuppada
September 2, 2014 – 11:47 am | 2 Comments
Hukum Paticcasamuppada

Hukum Paticcasamuppada Oleh Bhante Sri Pannavaro  (2001)
Hukum Paticcasamuppada merupakan satu hukum yang sangat penting dalam agama Buddha selain hukum Karma. Hukum Paticcasamuppada atau hukum sebab musabab yang saling bergantungan dapat menerangkan kenapa kita menderita dan …

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan
August 16, 2014 – 1:11 pm | 3 Comments
Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan. Oleh: Bhante Sri Pannavaro Mahathera. VPDS Asadha 9 Agustus 2014
Dalam empat kesunyataan mulia dikatakan hidup ini adalah dukkha, penuh ketidakpuasan. Lahir, tua, sakit dan mati adalah dukkha. Tetapi …

Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?
July 30, 2014 – 2:00 pm | 4 Comments
Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?

Mana Lebih Baik Lahir di dunia Atau di Surga. Oleh: Cornelis Wowor MA. 16 Juni 2014
Pertanyaan mana lebih baik lahir di dunia atau di surga kedengarannya seperti pertanyaan yang absurd. Pasti semua menjawab lebih …

Manfaat Bertobat
July 7, 2014 – 10:51 am | One Comment
Manfaat Bertobat

Manfaat Bertobat.  Suhu Xian Xing , Vihara Pluit Dharma Sukha 8 Juni 2014
Apa manfaatnya bertobat dalam agama Buddha? Apakah dengan bertobat semua kesalahan kita dapat terhapus? Agama Buddha tidak mengenal istilah penghapusan kesalahan. Apapun …

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!
June 4, 2014 – 8:21 pm | One Comment
Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia.  Oleh Ven Bhante Mahinda  31 Mei 2014
Sebagai umat Buddha yang mempunyai keyakinan kepada hukum tumimbal lahir, pernahkah anda terpikir seberapa sulit kita dapat terlahir sebagai manusia. Apa keuntungannya terlahir …

Tukarkan Uang Anda Segera
May 23, 2014 – 7:50 pm | 2 Comments
Tukarkan Uang Anda Segera

Tukarkan Uang Anda Segera.  Oleh: Bhante Kamsai Sumano Mahathera  Mei 2014
Anda sering mendengar bahwa uang tidak bisa anda bawa mati. benar sekali. Lalu apa gunanya kita mencari uang banyak banyak di dunia ini? Jawaban …

Politik Dalam Pandangan Buddhisme
April 7, 2014 – 12:57 pm | One Comment
Politik Dalam Pandangan Buddhisme

Politik Dalam Pandangan Buddhisme. Oleh: Cornelis Wowor MA.
Pemilihan Umum 2014 untuk memilih calon  legislatif tinggal 2 hari lagi. Akhir Maret lalu Bapak Cornelis Wowor ber ceramah tentang masalah Politik dalam Pandangan Buddhisme. Ternyata dalam …

Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan)
March 24, 2014 – 7:11 pm | 2 Comments
Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan)

Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan) oleh: Sri Pannavaro Mahathera
Ceramah Dhamma dengan tema kasih sayang ibu oleh Bhante Sri Pannavaro Mahathera ini saya dapatkan dari sebuah audio CD yang diterbitkan oleh DPP PATRIA. Tidak disebutkan …

Menjawab Tantangan Hidup
March 5, 2014 – 8:50 am | 6 Comments
Menjawab Tantangan Hidup

Menjawab Tantangan Hidup. oleh: dr. Ratna Surya Widya.   Maret 2014
Semua manusia mempunyai tantangan hidup yang harus dijawab. Tantangan hidup ber beda-beda antar manusia. Waktu yang berbeda pun akan menimbulkan tantangan hidup yang berbeda …

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan
February 10, 2014 – 11:33 am | No Comment
Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan oleh Budiyono Tantrayoga (Suhu Tan)
Selamat tahun baru Imlek 2014. Romo Budiyono Tantrayoga mengawali tahun baru Imlek 2014 dengan memberikan ceramah Dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha seputar tahun imlek, …

Perenungan Terhadap Dhamma
January 28, 2014 – 6:47 pm | 4 Comments
Perenungan Terhadap Dhamma

Perenungan Terhadap Dhamma oleh: dr. Ratna Surya Widya
Dalam Dhammanussati atau perenungan terhadap Dhamma, kita bisa menemukan 6 karakter dari Dhamma. Demikian yang dibabarkan oleh romo pandita dr. Ratna Surya Widya dalam ceramah Dhamma di Vihara …

Membantu Orang Tua Menghadapi Kehidupan
January 15, 2014 – 11:18 am | 5 Comments
Membantu Orang Tua Menghadapi Kehidupan

Membantu Orang Tua Menghadapi kehidupan. Oleh: Rudy Arijanto
Apakah yang dimaksud dengan membantu orang tua menghadapi kehidupan dalam ceramah Dhamma kali ini? bukankah Membantu orang tua kita dalam menghadapi kehidupan merupakan hal yang sudah jelas …

Evaluasi Akhir Tahun
December 24, 2013 – 12:01 pm | 9 Comments
Evaluasi Akhir Tahun

Evaluasi Akhir Tahun oleh: Cornelis Wowor MA.
Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan  untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita. Melupakan hal penting …

Buddhism adalah Mentransformasi
November 29, 2013 – 11:49 pm | No Comment
Buddhism adalah Mentransformasi

Buddhism adalah Mentransformasi  oleh Bhante Dr. Sumana Siri
Buddhism adalah mentransformasi dalam pengertian Agama Buddha bukalah sekedar ajaran atau hanya memberikan informasi tetapi mentransformasi atau membawa perubahan tentunya ke arah kebaikan. Demikian dikatakan oleh Bhante …

Jinapanjara Paritta
October 20, 2013 – 9:20 pm | 13 Comments
Jinapanjara Paritta

Jinapanjara Paritta
Jinapanjara merupakan satu paritta pali yang keras. Jika di Mahayana kita kenal mantra Maha karuna Dharani yang juga keras. maka di Theravada kita kenal Jinapanjara.
Paritta Jinapanjara di Thailand di lantunkan untuk “blessing” amulet, juga …

Kebijaksanaan
October 18, 2013 – 12:11 pm | 6 Comments
Kebijaksanaan

Kebijaksanaan oleh Cornelis Wowor MA
Delapan jalan utama dapat di bagi dalam tiga bagian utama yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Panna atau kebijaksanaan ini sangat memegang peranan penting dalam Buddhism.
Kebijaksaan atau Panna yang dimaksud adalah …

Seputar Upacara kematian Dalam Tradisi Tionghoa
September 30, 2013 – 7:40 pm | 2 Comments
Seputar Upacara kematian Dalam Tradisi Tionghoa

Seputar Upacara Kematian dalam Tradisi Tionghoa. Oleh: Rudy Arijanto
Sampai beberapa puluh tahun lampau, rasanya masyarakat umum hanya mengenal agama Buddha selain lewat kelenteng juga lewat upacara upacara kematian saat seorang Tionghoa meninggal dunia. Di …

Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani
August 29, 2013 – 3:43 pm | 21 Comments
Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani

Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani  Oleh: Bhante Sri Pannavaro Mahathera
Sangat penting buat kita untuk mampu menata pikiran perasaan dan jasmani kita baik dalam senang maupun dalam susah. Bagaimana hubungan antara pikiran, perasaan dan jasmani …