Pelimpahan Jasa, Apakah Berguna?
September 11, 2014 – 5:57 pm | 4 Comments

Pelimpahan jasa, apakah berguna? oleh Dr. Krishnanda Wijaya Mukti.  VPDS Agustus 2014
Pelimpahan jasa bagi sebagian Buddhis mungkin masih membingungkan. Apakah benar jasa atau kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada leluhur atau makhluk lain?
Dr. Krishnanda …

Baca dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

Rudy Arijanto

Kumpulan Ceramah dari Bapak Rudy Arijanto

Sri Pannavaro Mahathera

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Sri Pannavaro Mahathera »

Hukum Paticcasamuppada
September 2, 2014 – 11:47 am | 2 Comments

Hukum PaticcasamuppadaHukum Paticcasamuppada Oleh Bhante Sri Pannavaro  (2001)

Hukum Paticcasamuppada merupakan satu hukum yang sangat penting dalam agama Buddha selain hukum Karma. Hukum Paticcasamuppada atau hukum sebab musabab yang saling bergantungan dapat menerangkan kenapa kita menderita dan bagaimana sebenarnya proses menghentikan penderitaan itu terjadi.

Hukum Paticcasamuppada menjelaskan bahwa segala sesuatu mesti ada sebab nya dan akibat yang ditimbulkan akan menjadi sebab untuk akibat yang lain nya muncul. Itulah mengapa dinamakan hukum sebab musabab yang saling bergantungan.

Saya pernah mendengarkan uraian Bhante Sri Pannavaro mengenai hukum Paticcasamuppada ini lebih dari 10 tahun yang lalu lewat sebuah keping VCD. Penjelasan Bhante Sri Pannavaro  mengenai hukum sebab musabab yang saling bergantungan tersebut  memang tidak panjang lebar dan hanya intinya saja,  jadi tidak komplit namun menurut saya cukup mudah untuk di cerna oleh umat awam. Sudah lama saya merencanakan untuk menaikkan nya ke ceramahdhamma.com, namun apa daya, saya tidak berhasil menemukan kembali VCD tersebut. Mungkin sudah saya berikan kepada orang lain yang saya anggap waktu itu lebih memerlukannya.

Keinginan tersebut pernah saya masukkan dalam satu komentar di ceramahdhamma.com dan dibaca oleh bapak Felix Sim seorang anggota ceramahdhamma.com yang sudah bergabung sejak tahun 2011. Karma baik untuk kita semua, Bapak Felix Sim ternyata memiliki file video rekaman uraian Bhante Sri Pannavaro mengenai Hukum Paticcasamuppada ini. Terima kasih kepada pak Felix Sim atas pemberian sharing file hukum paticcasamuppada ini kepada kita semua.

Bhante Sri Pannavaro memberikan uraian ini pada saat proses renovasi Vihara Buddhagaya Watugong Semarang. Berdasarkan hal itu maka saya perkirakan uraian ini berlangsung sekitar tahun 2001. Bhante Sri Pannavaro masih kelihatan muda pada saat itu, anda dapat melihat dari foto diatas yang saya ambil dari video rekamannya.

Sebenarnya lewat video anda bisa lebih memahami uraian hukum Paticcasamuppada ini, karena lewat gambar akan lebih mudah memahami uraian Bhante Sri Pannavaro. Oleh karena itu saya berusaha untuk juga meng upload file video tersebut lewat Youtube. Anda bisa melihatnya di YOUTUBE

Bagi anda yang kesulitan mengakses youtube dan hanya bisa mendengarkan lewat file audio yang saya berikan di tengah dan di ulang bagian bawah postingan ini, maka saya berusaha untuk membantu lewat beberapa gambar yang bisa anda download lebih dahulu. Jadi sambil mendengarkan file audionya anda bisa sambil melihat gambarnya.

Pertama sekali yang perlu anda lihat adalah gambar dari Hukum Paticcasamuppada itu seperti dibawah ini. Saya berikan dalam ukuran file yang cukup besar 1254×1600 pixel (553 KB).

Anda bisa mendownloadnya dengan cara klik kanan gambar tersebut lalu pilih ‘Save Image as’.

Bhante Sri Pannavaro seperti yang telah saya jelaskan diatas, memang tidak menjelaskan semua bagian gambar dari ‘diagram’ hukum Paticcasamuppada, hanya point utama yaitu dua belas mata rantai hukum paticcasamuppada.

Bhante Sri Pannavaro memulai uraiannya  dari gambar yang ditengah tengah giagram paticcasamuppada berupa gambar seekor ayam, seekor ular dan seekor babi. Ketiga hewan tersebut melambangkan sifat dasar dari setiap manusia yaitu lobha, dosa dan moha.

Babi melambangkan sifat moha atau kebodohan batin kita. Ayam melambangkan sifat lobha atau keserakahan kita dan ular melambangkan sifat dosa atau kebencian, kemarahan, atau sifat penolakan kita.

Itulah sifat dasar kita yang menyebabkan kita terus menerus menderita dalam kehidupan yang berulang ulang.

Lobha Dosa Moha Moha atau kebodohan batin adalah ketidakmampuan kita untuk membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Moha membuat batin kita gelap atau bisa disebut juga Avijja (kegelapan batin).

Anda dapat melihat pada diagram hukum Paticcasamuppada disebelah kanan agak keatas dari lingkaran ayam, ular dan babi tersebut tulisan Avijja. Kegelapan batin inilah yang membuat sebab penderitaan kita.

Ceramah Dhamma Hukum Paticcasamuppada. Bhante Sri Pannavaro

[0:53:15]    9.14MB

Download Ceramah Dhamma Hukum Paticcasamuppada Bhante Sri Pannavaro 9,14 MB

Dibawah ini saya berikan gambar gambar 12 mata rantai dari hukum Paticcasamuppada yang mungkin bisa dapat menolong anda untuk lebih memahami. Dimulai dari rantai pertama yaitu avijja.

AVIJJA digambarkan sebagai orang buta yang memegang tongkat dengan resiko masuk jurang.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Avijja akan mengakibatkan kita akan berbuat berbagai bentuk perbuatan baik atau buruk. Avijja akan mengakibatkan sankhara atau diartikan sebagai bentuk bentuk perbuatan,

SANKHARA digambarkan seperti pembuat periuk yang terus membuat periuk apapun hasilnya.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Sankhara, bentuk bentuk perbuatan (karma) yang dilakukan terus menerus akan menjadi sebab yang baru. Karena masih membuat karma karma baru maka setelah meninggal akan dilahirkan kembali. Fisiknya musnah namun akan ada kesadaran yang menyambung. Jadi Sankhara mengakibatkan munculnya kesadaran atau patisandhi vinnana.

PATISANDHI  VINNANA digambakan seperti seekor kera yang meloncat ke pohon lain yang masih banyak buahnya dari pohon yang sudah kehabisan buah.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Demikian seterusnya akan muncul sebab satu yang akan mengakibatkan hal lain. Gambar mata rantai yang lain saya lanjutkan dibawah. Untuk penjelasannya silakan anda mendengarkan secara langsung uraian Bhante Sri Pannavaro tentang hukum Paticcasamuppada atau hukum sebab akibat yang saling bergantungan. File audio nya bisa anda dengarkan dengan mengklik tombol play yang saya posting diatas dan dibawah setelah gambar gambar ilustrasi di bagian bawah postingan ini. Anda juga bisa mendownloadnya dengan menggunakan username dan password yang sudah  diberikan kepada semua anggota ceramahdhamma.com

NAMA dan RUPA, Batin dan jasmani. Karena ada kesadaran untuk lahir kembali maka mengakibatkan munculnya nama rupa yng digambarkan seperti sepasang manusia pria dan wanita.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Karena ada batin dan jasmani maka akan mengakibatkan adanya Salayatana atau enam landasan indria kita berupa mata, hidung, telinga, kulit, lidah dan pikiran.

SALAYANATA, enam landasan indria digambarkan seperti rumah yang mempunyai lima jendela dan satu pintu.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Karena adanya lima panca indra serta pikiran maka memungkinkan terjadinya kontak dengan segala sesuatu di sekeliling kita.

PHASSA (KONTAK) digambarkan seperti seorang wanita yang sedang menelepon dan sepasang kekasih yang sedang berpacaran.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Karena adanya kontak maka menimbulkan vedana atau perasaan. Bisa perasaan senang, tidak senang dan netral.

VEDANA atau perasaan digambarkan seperti seorang yang matanya tertusuk anak panah, karena perasaan sungguh akan membutakan kita.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Karena adanya perasaan senang, tidak senang maka akan menimbulkan tanha atau keinginan yang terus menerus untuk mendapatkan perasaan tersebut.

TANHA atau keinginan yang terus menerus tersebut digambarkan seperti seorang wanita yang sedang makan.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Karena adanya keinginan yang terus menerus maka akan menimbulkan kemelekatan atau Upadana.

UPADANA atau kemelekatan digambarkan seperti orang yang tidak pernah berhenti mengambil buah yang ada di pohon walaupun keranjangnya sudah penuh dengan buah bahkan sudah luber dan berserakan.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Kemelekatan akan menimbulkan terjadi nya pertumbuhan yang akan terus menerus atau bhava.

BHAVA atau terus bertumbuh digambarkan sebagai sepasang suami istri yang melekat satu sama lain.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Hukum Paticcasamuppada Bhava yang disebabkan karena adanya kemelekatan akan menimbulkan terjadinya kelahiran atau jati.

JATI atau kelahiran digambarkan sebagai ibu yang sedang melahirkan.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Dengan adanya kelahiran maka sudah dapat dipastikan akan menimbulkan sakit, tua dan kematian kembali atau Jara Marana.

JARA MARANA atau tua, sakit dan mati digambarkan sebagai berikut.

Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada
Hukum Paticcasamuppada Hukum Paticcasamuppada

Silahkan anda mendengarkan secara lengkap ceramah Bhante Sri Pannavaro mengenai hukum Paticcasamuppada atau hukum sebab akibat yang saling bergantungan.

Ceramah Dhamma Hukum Paticcasamuppada. Bhante Sri Pannavaro

[0:53:15] 9.14MB

Download Ceramah Dhamma Hukum Paticcasamuppada Bhante Sri Pannavaro 9,14 MB

Selamat mendengarkan, semoga anda mendapatkan tambahan kebijaksanaan dari uraian mengenai hukum Paticcasamuppada ini. Semoga anda semua berbahagia. Sadhu Sadhu Sadhu.

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan
August 16, 2014 – 1:11 pm | 3 Comments
Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan. Oleh: Bhante Sri Pannavaro Mahathera. VPDS Asadha 9 Agustus 2014
Dalam empat kesunyataan mulia dikatakan hidup ini adalah dukkha, penuh ketidakpuasan. Lahir, tua, sakit dan mati adalah dukkha. Tetapi …

Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?
July 30, 2014 – 2:00 pm | 4 Comments
Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?

Mana Lebih Baik Lahir di dunia Atau di Surga. Oleh: Cornelis Wowor MA. 16 Juni 2014
Pertanyaan mana lebih baik lahir di dunia atau di surga kedengarannya seperti pertanyaan yang absurd. Pasti semua menjawab lebih …

Manfaat Bertobat
July 7, 2014 – 10:51 am | One Comment
Manfaat Bertobat

Manfaat Bertobat.  Suhu Xian Xing , Vihara Pluit Dharma Sukha 8 Juni 2014
Apa manfaatnya bertobat dalam agama Buddha? Apakah dengan bertobat semua kesalahan kita dapat terhapus? Agama Buddha tidak mengenal istilah penghapusan kesalahan. Apapun …

Empat Jenis Kesombongan
June 10, 2014 – 3:33 pm | 2 Comments
Empat Jenis Kesombongan

Empat Jenis Kesombongan. Oleh: Dr. Dharma K. Widya
Kesombongan dalam agama Buddha tidak hanya menyangkut hal yang bersifat lebih dibandingkan orang lain. Agama Buddha melihat kesombongan dalam definisi membanding-bandingkan dengan orang lain. Jika kita sudah …

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!
June 4, 2014 – 8:21 pm | One Comment
Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia.  Oleh Ven Bhante Mahinda  31 Mei 2014
Sebagai umat Buddha yang mempunyai keyakinan kepada hukum tumimbal lahir, pernahkah anda terpikir seberapa sulit kita dapat terlahir sebagai manusia. Apa keuntungannya terlahir …

Tukarkan Uang Anda Segera
May 23, 2014 – 7:50 pm | 2 Comments
Tukarkan Uang Anda Segera

Tukarkan Uang Anda Segera.  Oleh: Bhante Kamsai Sumano Mahathera  Mei 2014
Anda sering mendengar bahwa uang tidak bisa anda bawa mati. benar sekali. Lalu apa gunanya kita mencari uang banyak banyak di dunia ini? Jawaban …

Politik Dalam Pandangan Buddhisme
April 7, 2014 – 12:57 pm | One Comment
Politik Dalam Pandangan Buddhisme

Politik Dalam Pandangan Buddhisme. Oleh: Cornelis Wowor MA.
Pemilihan Umum 2014 untuk memilih calon  legislatif tinggal 2 hari lagi. Akhir Maret lalu Bapak Cornelis Wowor ber ceramah tentang masalah Politik dalam Pandangan Buddhisme. Ternyata dalam …

Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan)
March 24, 2014 – 7:11 pm | 2 Comments
Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan)

Kasih Sayang Ibu (Sebuah Renungan) oleh: Sri Pannavaro Mahathera
Ceramah Dhamma dengan tema kasih sayang ibu oleh Bhante Sri Pannavaro Mahathera ini saya dapatkan dari sebuah audio CD yang diterbitkan oleh DPP PATRIA. Tidak disebutkan …

Menjawab Tantangan Hidup
March 5, 2014 – 8:50 am | 6 Comments
Menjawab Tantangan Hidup

Menjawab Tantangan Hidup. oleh: dr. Ratna Surya Widya.   Maret 2014
Semua manusia mempunyai tantangan hidup yang harus dijawab. Tantangan hidup ber beda-beda antar manusia. Waktu yang berbeda pun akan menimbulkan tantangan hidup yang berbeda …

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan
February 10, 2014 – 11:33 am | No Comment
Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan oleh Budiyono Tantrayoga (Suhu Tan)
Selamat tahun baru Imlek 2014. Romo Budiyono Tantrayoga mengawali tahun baru Imlek 2014 dengan memberikan ceramah Dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha seputar tahun imlek, …

Perenungan Terhadap Dhamma
January 28, 2014 – 6:47 pm | 4 Comments
Perenungan Terhadap Dhamma

Perenungan Terhadap Dhamma oleh: dr. Ratna Surya Widya
Dalam Dhammanussati atau perenungan terhadap Dhamma, kita bisa menemukan 6 karakter dari Dhamma. Demikian yang dibabarkan oleh romo pandita dr. Ratna Surya Widya dalam ceramah Dhamma di Vihara …

Membantu Orang Tua Menghadapi Kehidupan
January 15, 2014 – 11:18 am | 5 Comments
Membantu Orang Tua Menghadapi Kehidupan

Membantu Orang Tua Menghadapi kehidupan. Oleh: Rudy Arijanto
Apakah yang dimaksud dengan membantu orang tua menghadapi kehidupan dalam ceramah Dhamma kali ini? bukankah Membantu orang tua kita dalam menghadapi kehidupan merupakan hal yang sudah jelas …

Evaluasi Akhir Tahun
December 24, 2013 – 12:01 pm | 9 Comments
Evaluasi Akhir Tahun

Evaluasi Akhir Tahun oleh: Cornelis Wowor MA.
Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan  untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita. Melupakan hal penting …

Buddhism adalah Mentransformasi
November 29, 2013 – 11:49 pm | No Comment
Buddhism adalah Mentransformasi

Buddhism adalah Mentransformasi  oleh Bhante Dr. Sumana Siri
Buddhism adalah mentransformasi dalam pengertian Agama Buddha bukalah sekedar ajaran atau hanya memberikan informasi tetapi mentransformasi atau membawa perubahan tentunya ke arah kebaikan. Demikian dikatakan oleh Bhante …

Jinapanjara Paritta
October 20, 2013 – 9:20 pm | 13 Comments
Jinapanjara Paritta

Jinapanjara Paritta
Jinapanjara merupakan satu paritta pali yang keras. Jika di Mahayana kita kenal mantra Maha karuna Dharani yang juga keras. maka di Theravada kita kenal Jinapanjara.
Paritta Jinapanjara di Thailand di lantunkan untuk “blessing” amulet, juga …

Kebijaksanaan
October 18, 2013 – 12:11 pm | 6 Comments
Kebijaksanaan

Kebijaksanaan oleh Cornelis Wowor MA
Delapan jalan utama dapat di bagi dalam tiga bagian utama yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Panna atau kebijaksanaan ini sangat memegang peranan penting dalam Buddhism.
Kebijaksaan atau Panna yang dimaksud adalah …

Seputar Upacara kematian Dalam Tradisi Tionghoa
September 30, 2013 – 7:40 pm | 2 Comments
Seputar Upacara kematian Dalam Tradisi Tionghoa

Seputar Upacara Kematian dalam Tradisi Tionghoa. Oleh: Rudy Arijanto
Sampai beberapa puluh tahun lampau, rasanya masyarakat umum hanya mengenal agama Buddha selain lewat kelenteng juga lewat upacara upacara kematian saat seorang Tionghoa meninggal dunia. Di …

Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani
August 29, 2013 – 3:43 pm | 21 Comments
Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani

Menata Pikiran Perasaan dan Jasmani  Oleh: Bhante Sri Pannavaro Mahathera
Sangat penting buat kita untuk mampu menata pikiran perasaan dan jasmani kita baik dalam senang maupun dalam susah. Bagaimana hubungan antara pikiran, perasaan dan jasmani …