Lima Jenis Mara
June 30, 2015 – 9:07 pm | No Comment

Umat Buddha tentu tidak asing dengan kata mara. Apa yang ada di benak anda saat seseorang mengatakan ada mara?
Banyak umat Buddha yang membayangkan mara sebagai sesosok makhluk seperti setan atau iblis yang kerjanya menggoda manusia. …

Baca dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

Dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Dr. Krishnanda W. Mukti

Rudy Arijanto

Kumpulan Ceramah dari Bapak Rudy Arijanto

Dr. Krishnanda W. Mukti »

Mengapa Kita Beragama
May 31, 2015 – 10:57 am | 6 Comments

Mengapa Kita BeragamaCeramah Dhamma Dr Krishnanda Wijaya Mukti. Vihara Pluit Dharmasukha April 2015.

Pernahkah anda berpikir mengapa anda harus beragama? Apa fungsi beragama untuk anda? Pertanyaan tersebut bisa lebih jauh lagi menjadi mengapa anda memilih beragama Buddha?

Romo Dr. Krishnanda W Mukti memberikan khotbah Dhamma pada kebaktian minggu pagi di Vihara Pluit Dharmasukha dengan topik seputar mengapa kita beragama. Di bawah ini merupakan tulisan dari Dr. Krishnanda W. Mukti yang dibagikan kepada umat yang hadir.

Mengapa Kita Beragama

“Jika engkau berlindung kepada Buddha, Dharma dan Sangha, perasaan takut, khawatir, cemas, tidak akan muncul.” (Samyutta Nikaya 1 hal 220)

Sedikit atau banyak pandangan dan sikap keagamaan mempengaruhi rasa aman seseorang. Karma (perbuatan) memang terkait dengan tanggung jawab, ada yang bersifat individual, ada yang bersifat kolektif. Karma sesungguhnya bukan pembalasan, melainkan sebuah proses sebab akibat. Manusia mempunyai kesempatan untuk mengubahnya. Di sinilah agama berperan, membebaskan manusia dari penderitaan. Agama bukan menakuti, melainkan memberikan rasa aman.

Orang yang tak berdaya akan merasa aman dengan menaruh kepercayaan pada orang lain yang melindunginya. di sini dibutuhkan kehadiran pengayom yang kita sebut pemerintah, dan saudara saudara, dewa penolong atau Buddha dan Bodhisatwa yang memberi rasa aman (abhaya).

Panggilan kesadaran

Mengapa orang-orang beragama? Agaknya jawaban yang paling banyak; mengikuti tradisi dan kepercayaan orangtua dan leluhur, mengikuti hal-hal yang diajarkan orang lain atau terpengaruh oleh lingkungan. Teori-teori mengatakan kebodohan manusia tentang rahasia alam membuatnya menyandarkan diri pada hal hal gaib. Takut terhadap kekuatan diluar dirinya, atau takut menghadapi kematian. Penguasa menggunakan agama untuk membuat rakyatnya taat. Sedangkan Buddha mengajarkan kita untuk mengatasi kebodohan dan ketakutan.

Tidak sedikit orang yang beragama sekedar menjadi pengikut, dan tidak mengenal agamanya dengan baik. Dalam perspektif Buddhis, kepercayaan dan upacara saja tidak cukup, kriteria agama harus mencakup nilai-nilai moral. (Majjhima Nikaya III,hal 72). Pokok pokok keyakinan dan pengaruhnya terhadap sikap moral membedakan agama yang satu dengan yang lain.

Kecenderungan beragama dianggap merupakan bagian dari pembawaan manusia. Penelitian Michael Persinger (1990) dan VS Ramachandran (1997) menunjukkan adanya God Spot di antara jaringan saraf dalam cuping-cuping otak temporal. Pusat spiritual ini tidak membuktikan adanya Tuhan, tetapi menunjukkan bahwa otak telah berkembang ke arah spiritual, menyangkut makna dan nilai kehidupan. Jangan keliru, ada banyak orang yang justru ateis atau tidak beragama.

Kepada Yasa Buddha berkata, “Di sini Yasa, tiada yang mencemaskan. Di sini Yasa tiada yang menyakitkan. Ke sini Yasa aku akan mengajarmu.” (Vinaya Pitaka, I, hal 15). Apa Buddha memanggil kita? Buddha tidak pernah memaksakan keyakinan, atau mencari pengikut (Digha Nikaya.III, hal 56-57). Buddha terlahir karena kasih kepada dunia ( Anguttara Nikaya. I, hal 22). Seharusnya kitalah yang merasa terpanggil. Ada istilah panggilan hati, panggilan jiwa, panggilan hidup, maksudnya adalah panggilan kesadaran kita. Tanpa kesadaran kita tidak akan terpanggil mengikuti kegiatan keagamaan di vihara.

Di zaman dahulu Visakha mengadakan survei di Vihara Pubbarama, meneliti 500 perempuan. Pertanyaannya, mengapa anda ke vihara untuk menjalani praktik hari Uposatha? Responden yang tua mengharapkan rezeki dan kebahagiaan surgawi. Yang paruh baya ingin agar tidak serumah dengan madunya. Yang baru menikah ingin mendapatkan anak pertama laki-laki. Yang belum menikah, mendapatkkan suami yang baik (Dhammapada Athakattha hal 135). Tidak ada yang salah dengan alasan alasan itu. Bagaimana dengan kita?

Motivasi mengamalkan agama

Kita mengenal 3 bentuk motivasi (adhipateyya). Pertama, pengaruh diri sendiri/internal. Berbuat sesuai dengan kehendak dan kesenangan diri sendiri. Kedua, pengaruh dunia luar (eksternal). Berbuat mengikuti pendapat/sikap orang lain, bisa karena takut dipersalahkan atau bertujuan mendapat pujian/mencari nama. Ketiga, pengaruh kebenaran atau Dharma. Berbuat semata-mata demi kebaikan, dengan menyadari bahwa hal itu benar tanpa memperdulikan apa akan mempersulit diri sendiri atau bagaimana sikap orang lain. (Anguttara Nikaya. I, hal 147)

Tentu saja kita harus bangga beragama Buddha. Apa yang bisa kita banggakan? Ada yang bangga karena menemukan ajaran Buddha yang paralel dengan sains. Agama tua malah diakui relevan, sanggup menjawab tuntutan zaman. Mengutip pernyataan Einstein: Agama masa depan akan merupakan sebuah agama kosmis; yang melampaui sesosok Tuhan personal dan menghindari dogma dan teologi, mencakup alam dan spiritual… Jika ada agama yang dapat mengatasi kebutuhan ilmiah modern, agama itu adalah Buddhisme (The Development of Religion/ New York Times Magazine & The World as I See It). Dewasa ini, tidak sedikit orang orang Barat, ilmuwan sampai selebriti mempelajari Buddha-Dharma.

Ada yang membanggakan monumen masa kejayaan di masa silam. Catatan sejarah menunjukkan tidak ada pertumpahan darah atas nama penyiaran agama Buddha. Kita mewarisi nilai-nilai luhur seperti Bhinneka Tunggal Ika terkait dengan multikulturalisme, pluralisme, dan toleransi. Seringkali umat membanggakan prinsip ehipassiko dan isi ajaran yang rasional dan realistis.

Bagaimanapun, apa yang diajarkan Buddha adalah mengenali dan menghentikan penderitaan ( Majjhima Nikaya. I, hal 140). Kita belajar agar mampu berpikir (to able to think) dan berpikir-mengada (to think, to be). Agama untuk manusia, bukan sebaliknya.

Orang yang percaya diri merasa aman karena punya kemampuan untuk menjaga diri sendiri. Buddha memberi petunjuk bahwa dengan menjaga diri sendiri, seseorang juga menjaga orang lain (Samyutta Nikaya. V hal 168). Menjaga diri berarti sadar, benar dan suci, sebagaimana maknanya berlindung kepad Buddha, Dharma dan Sangha.

Jakarta, 26 April 2015
Krishnanda Wijaya-Mukti/ Vihara Pluit Dharmasukha

Demikian tulisan Dr. Krishnanda Wijaya-Mukti sehubungan dengan khotbah beliau tentang “mengapa kita beragama”. Silakan anda mendengarkan secara langsung dengan mengklik tombol play dibawah ini. ( anda membutuhkan flash player terinstall dalam komputer anda) atau mendownloadnya dengan menggunakan username dan password yang telah kami berikan secara gratis kepada setiap anggota ceramahdhamma.com

Ceramah Dhamma Dr. Krishnanda Wijaya-Mukti “Mengapa Kita Beragama”

[0:58:24]   10 MB

Untuk Para Pengguna IPad,Iphone (iOS) Streaming Ceramah Dhamma “Dhamma Untuk Perumah Tangga”, Dr. Krishnanda Wijaya-Mukti 10 MB

Download (Selain pengguna IPad,Iphone) Ceramah Dhamma “Mengapa Kita Beragama”, Dr. Krishnanda Wijaya-Mukti 10 MB

Semoga ceramah dhamma ini memberikan tambahan wawasan serta kebijaksanaan untuk anda. Semoga anda berbahagia. Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu…Sadhu…Sadhu..

Dhamma Untuk Perumah Tangga
April 30, 2015 – 12:52 pm | 2 Comments
Dhamma Untuk Perumah Tangga

Ceramah Dhamma Bhikkhuni Santini ( Ayya Santini ) Vihara Pluit Dharma Sukha April 2015
Sebenarnya tidak ada istilah khusus Dhamma untuk perumah tangga. Buddha Dhamma sebenarnya untuk siapa saja. Cuma dalam ceramah Dhamma ini yang dimaksud …

Manusia Sampah Dalam Vasala Sutta
February 24, 2015 – 4:53 pm | 6 Comments
Manusia Sampah Dalam Vasala Sutta

Ceramah Dhamma Dr. Ratna Surya Widya. Vihara Pluit Dharmasukha, November 2014
Apa yang dimaksud dengan manusia sampah sebenarnya? Siapa saja yang bisa kita sebut sebagai manusia sampah dan karena apa seseorang dapat disebut sebagai manusia …

Tingkat Kemampuan Pencapaian Kesucian
January 31, 2015 – 12:33 pm | 18 Comments
Tingkat Kemampuan Pencapaian Kesucian

Ceramah Dhamma oleh Bpk. Cornelis Wowor MA. Vihara Pluit DharmaSukha Jakarta, Desember 2014
Mengapa pada jaman Buddha Gautama masih hidup banyak sekali yang hanya setelah mendengar khotbah Buddha bisa langsung mencapai Arahat? Hal ini ternyata …

Makna Pelimpahan Jasa
December 31, 2014 – 12:50 pm | No Comment
Makna Pelimpahan Jasa

Ceramah Dhamma Makna Pelimpahan Jasa oleh Suhu Xian Xing Desember 2014 Vihara pluit Dharma Sukha
Pelimpahan jasa dalam Buddhisme cukup sering menjadi bahan polemik. Karena antara aliran Theravada dan Mahayana maupun Tantrayana sepertinya ada perbedaan dalam …

Nasihat dan Renungan Dhamma
December 12, 2014 – 7:49 pm | One Comment
Nasihat dan Renungan Dhamma

Bhante Kamsai, Vihara Pluit Dharma Sukha Desember 2014
Jika kita renungkan, banyak sekali di antara kita yang tidak menyukai apa yang menjadi pekerjaan dan tugas kita. Contohnya, Bhante Kamsai menanyakan kepada para pelajar yang bersekolah dari …

Bagaimana Mengetahui Kelahiran Kembali
November 30, 2014 – 4:07 pm | 9 Comments
Bagaimana Mengetahui Kelahiran Kembali

Bagaimana Mengetahui Kelahiran Kembali. Ceramah Dhamma Oleh Cornelis Wowor MA. Vihara Pluit Dharmasukha November 2014.
Salah satu yang dimaksud dengan kebodohan batin atau moha adalah ketidak-mampuan mengetahui kelahiran lampau kita. Namun bagaimana kita bisa mengetahui kelahiran …

Merencanakan Keuangan Keluarga
November 12, 2014 – 11:53 am | 2 Comments
Merencanakan Keuangan Keluarga

Merencanakan Keuangan Keluarga. oleh: D.S. Marga Singgih Vihara Pluit Dharma Sukha September 2014
Apakah Buddha pernah mengajarkan bagaimana merencanakan keuangan keluarga? Selain membagi penghasilan ke dalam empat bagian terpisah sesuai anjuran Buddha dalam Sigalovada Sutta, …

Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada yang Meninggal
October 24, 2014 – 4:37 pm | No Comment
Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada yang Meninggal

Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada Yang Meninggal. oleh: Dr. Dharma Kumara Widya.  VPDS Okt 2014
Ketika anda melayat ke tempat orang yang meninggal, entah itu famili atau sekedar kenalan, Apa yang anda pikirkan? Perasaan …

Pelimpahan Jasa, Apakah Berguna?
September 11, 2014 – 5:57 pm | 7 Comments
Pelimpahan Jasa, Apakah Berguna?

Pelimpahan jasa, apakah berguna? oleh Dr. Krishnanda Wijaya Mukti.  VPDS Agustus 2014
Pelimpahan jasa bagi sebagian Buddhis mungkin masih membingungkan. Apakah benar jasa atau kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada leluhur atau makhluk lain?
Dr. Krishnanda …

Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?
July 30, 2014 – 2:00 pm | 6 Comments
Mana Lebih Baik Lahir di Dunia Atau di Surga?

Mana Lebih Baik Lahir di dunia Atau di Surga. Oleh: Cornelis Wowor MA. 16 Juni 2014
Pertanyaan mana lebih baik lahir di dunia atau di surga kedengarannya seperti pertanyaan yang absurd. Pasti semua menjawab lebih …

Manfaat Bertobat
July 7, 2014 – 10:51 am | One Comment
Manfaat Bertobat

Manfaat Bertobat.  Suhu Xian Xing , Vihara Pluit Dharma Sukha 8 Juni 2014
Apa manfaatnya bertobat dalam agama Buddha? Apakah dengan bertobat semua kesalahan kita dapat terhapus? Agama Buddha tidak mengenal istilah penghapusan kesalahan. Apapun …

Empat Jenis Kesombongan
June 10, 2014 – 3:33 pm | 2 Comments
Empat Jenis Kesombongan

Empat Jenis Kesombongan. Oleh: Dr. Dharma K. Widya
Kesombongan dalam agama Buddha tidak hanya menyangkut hal yang bersifat lebih dibandingkan orang lain. Agama Buddha melihat kesombongan dalam definisi membanding-bandingkan dengan orang lain. Jika kita sudah …

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!
June 4, 2014 – 8:21 pm | One Comment
Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia, Manfaatkan Sebaik Mungkin!

Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia.  Oleh Ven Bhante Mahinda  31 Mei 2014
Sebagai umat Buddha yang mempunyai keyakinan kepada hukum tumimbal lahir, pernahkah anda terpikir seberapa sulit kita dapat terlahir sebagai manusia. Apa keuntungannya terlahir …

Tukarkan Uang Anda Segera
May 23, 2014 – 7:50 pm | 2 Comments
Tukarkan Uang Anda Segera

Tukarkan Uang Anda Segera.  Oleh: Bhante Kamsai Sumano Mahathera  Mei 2014
Anda sering mendengar bahwa uang tidak bisa anda bawa mati. benar sekali. Lalu apa gunanya kita mencari uang banyak banyak di dunia ini? Jawaban …

Politik Dalam Pandangan Buddhisme
April 7, 2014 – 12:57 pm | One Comment
Politik Dalam Pandangan Buddhisme

Politik Dalam Pandangan Buddhisme. Oleh: Cornelis Wowor MA.
Pemilihan Umum 2014 untuk memilih calon  legislatif tinggal 2 hari lagi. Akhir Maret lalu Bapak Cornelis Wowor ber ceramah tentang masalah Politik dalam Pandangan Buddhisme. Ternyata dalam …

Menjawab Tantangan Hidup
March 5, 2014 – 8:50 am | 6 Comments
Menjawab Tantangan Hidup

Menjawab Tantangan Hidup. oleh: dr. Ratna Surya Widya.   Maret 2014
Semua manusia mempunyai tantangan hidup yang harus dijawab. Tantangan hidup ber beda-beda antar manusia. Waktu yang berbeda pun akan menimbulkan tantangan hidup yang berbeda …

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan
February 10, 2014 – 11:33 am | No Comment
Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan oleh Budiyono Tantrayoga (Suhu Tan)
Selamat tahun baru Imlek 2014. Romo Budiyono Tantrayoga mengawali tahun baru Imlek 2014 dengan memberikan ceramah Dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha seputar tahun imlek, …

Perenungan Terhadap Dhamma
January 28, 2014 – 6:47 pm | 4 Comments
Perenungan Terhadap Dhamma

Perenungan Terhadap Dhamma oleh: dr. Ratna Surya Widya
Dalam Dhammanussati atau perenungan terhadap Dhamma, kita bisa menemukan 6 karakter dari Dhamma. Demikian yang dibabarkan oleh romo pandita dr. Ratna Surya Widya dalam ceramah Dhamma di Vihara …