Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Budiyono Tantrayoga

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan

Submitted by Untung on February 10, 2014 – 11:33 amNo Comment

Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan Tahun KudaSeputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan oleh Budiyono Tantrayoga (Suhu Tan)

Selamat tahun baru Imlek 2014. Romo Budiyono Tantrayoga mengawali tahun baru Imlek 2014 dengan memberikan ceramah Dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha seputar tahun imlek, shio dan peruntungan di tahun kuda ini.

Banyak buku buku yang menganalisa tahun kuda ini mengatakan tahun 2014 merupakan tahun kuda kayu positip. Namun jika anda penggemar buku jenis itu, tentu cuma bisa menemukan satu atau dua yang menuliskan tahun 2014 merupakan tahun kuda emas. Koq bisa berbeda elemen nya? Mana yang benar, elemen kayu atau emas?

Romo Budiyono Tantrayoga mengatakan keduanya benar, tergantung dalam konteks apa elemen tersebut digunakan. Apakah untuk yang berhubungan dengan langit atau berhubungan dengan peruntungan bisnis. Perbedaan penafsiran elemen karena adanya perbedaan aliran ilmu Ba zhe.

Awal tahun imlek memang selalu diwarnai dengan beredarnya ramalan ramalan tentang peruntungan manusia berdasarkan 12 shio. Bagaimana umat Buddha menyikapi ramalan?

Buddha dalam kehidupannya sering meramalkan seseorang kelak akan mencapai tingkat kesucian menjadi Sotapana atau mengatakan mestinya orang itu bisa mencapai arahat jika saja tidak melakukan perbuatan buruk tertentu.

Kalau saya boleh memberikan ilustrasi kejadian ramalan sebagai berikut: Katakan A dan B dari Jakarta ingin menuju Bogor. A menuju Bogor lewat jalan Tol Jagorawi sedangkan B lewat jalan Parung. Ada orang lain bernama C yang naik helikopter menerawang jalur Jagorawi dan Parung. maka C dapat dengan mudah melihat apakah A akan menemui hambatan kemacetan di Jagorawi atau B yang akan menemui hambatan perjalanan di Parung. Jika ada, bagaimana mengatasinya apakah ada alternatif jalan yang bisa dilalui sebelum sampai di hambatan tersebut? Berdasarkan pantauan itu maka C bisa memberikan ramalan.

Jadi ramalan itu ada. Apakah ramalan pasti benar? belum tentu. Masalahnya terletak kepada siapa kita bisa mempercayai suatu ramalan? Apakah C walau naik helikopter bisa melihat dengan tepat keadaan di bawah sana? Apakah matanya cukup awas? Apakah cukup pandai untuk melihat keadaan sekelilingnya? Atau malah yang lebih parah C berbohong bilang dia naik helikopter padahal dia cuma santai santai duduk di kursi goyang. Hehehehe. Ramalan seorang Buddha tentu saja tidak mungkin meleset.

Romo Budiyono Tantrayoga mengatakan tahun ini kudanya merupakan kuda langit atau kita kenal sebagai kuda sembrani, kuda tunggangan para dewa. Artinya tahun ini akan banyak pertolongan dari dewa.

Apakah Dewa bisa menolong? tentu saja bisa. Apakah tidak bertentangan dengan dalil bahwa kondisi seseorang ditentukan oleh karmanya sendiri? jawabnya sangat tidak bertentangan.

Dalil yang mengatakan bahwa seseorang ditentukan oleh karmanya sendiri adalah seratus persen benar karena dikatakan oleh Buddha. Namun sangat picik dan sombong jika dalil itu disimpulkan secara saklek sebagai bahwa tidak ada bentuk pertolongan yang bisa kita terima, kita hanya bisa menolong diri kita oleh kita sendiri.

Ambil contoh kasarnya saja. apakah anda sebagai umat Buddha tidak merasa ditolong oleh Buddha? Buddha telah memberikan jalan kepada kita untuk lepas dari penderitaan, apakah itu bukan sebuah bentuk pertolongan? Bukankah Buddha dalam hal ini merupakan penolong, juru selamat kita? Namun sebagai juru selamat yang ikut aturan hukum hukum alam, tentu saja kita sendiri yang harus menjalani jalan tersebut agar dapat selamat dan bebas dari penderitaan. Tidak ada dewa atau makhluk suci manapun yang bisa membebaskan penderitaan kita begitu saja tanpa kita menjalaninya sendiri. Dalam hal itulah konteks kita menentukan hidup kita sendiri menjadi jelas. Tetapi dewa bisa saja membantu menjaga kita saat berlatih meditasi sehingga tidak mengalami gangguan makhluk lain. Jika ya, Bukankah itu juga suatu bentuk pertolongan?

Atau ambil contoh dalam bentuk duniawi. Ada orang kaya yang ingin membantu banyak orang dengan jalan membagikan sembako. Jika anda sudah tahu dan anda memerlukan sembako itu maka sekarang tinggal keputusan ditangan anda. Anda mau datang mengambilnya, atau karena yakin tidak ada yang bisa menolong anda selain diri anda sendiri maka anda diam saja .  Itu mah Guooblogg namanya.

Pada saat anda melakukan action itulah letaknya dalil bahwa anda menentukan nasib anda sendiri. Hanya anda yang bisa menolong diri anda sendiri.  Atau anda memilih diam karena yakin tidak ada bentuk pertolongan selain diri sendiri dan  sangat amat percaya bahwa karma anda baik sekali sehingga akan ada orang lain yang membawakan sembako itu langsung ke hadapan anda. Jangan salah, itupun artinya anda sudah mendapatkan pertolongan dari si orang kaya dan si pembawa sembako.

Lalu bagaimana kalau anda tidak mengetahui adanya pembagian sembako tersebut dan tidak ada yang memberitahu? itu artinya vipaka anda benar benar buruk hehehehe. Ada yang mau menolong pun, pertolongan tidak bisa sampai ke tangan anda.

Romo Budiyono Tantrayoga dalam ceramah seputar tahun imlek, shio dan peruntungan juga memberikan gambaran peruntungan masing masing shio secara garis besar. Silakan anda mendengarkan secara langsung dengan mengklik tombol play di bawah ini. Anda memerlukan flash player terinstall dalam browser anda. Jika tidak, maka silakan mendownload file mp3 nya lebih dahulu dan mendengarkannya dimanapun dan kapanpun anda suka. Gunakan username dan password yang sudah diberikan untuk dapat membuka link downloadnya.

Ceramah Dhamma Budiyono Tantrayoga ‘Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan’

[1:50:59]   19 MB

Download Seputar Tahun Imlek, Shio dan Peruntungan, Budiyono Tantrayoga 19 MB

Selamat mendengarkan, Semoga dapat menambah wawasan dan kebijaksanaan anda. Semoga anda berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu.

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image