Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Cornelis Wowor MA

Waspadalah Jangan Lengah

Submitted by Untung on April 10, 2016 – 11:03 am7 Comments

Waspadalah Jangan LengahCeramah Dhamma Bapak Cornelis Wowor MA, Vihara Pluit DharmaSukha Jakarta, Pebruari 2016

Dalam kitab Dhammapada tertulis bahwa orang yang tidak waspada, yang lengah adalah orang yang tengah menuju jalan kematian. Pengertian tidak waspada atau lengah disini dapat diartikan sebagai tidak berusaha melaksanakan jalan kesucian sehingga kita akan kembali terjerat dalam lingkaran kelahiran dan kematian.

Sesungguhnya jika kita mau jujur pada diri sendiri, setiap hari kita harus siap menghadapi kematian kita. Dengan demikian setiap hari kita akan selalu berpikir dan bertindak baik agar saat kematian datang, batin kita dalam posisi yang siap menerima keadaan itu. Karena kita tahu yang menentukan kearah mana kita berjalan setelah kematian tidak lain hanyalah karma kita.

Dalam ceramah Dhamma ini, Pak Cornelis Wowor menceritakan kembali bagaimana yang Ariya Moggalana tetap harus menerima akibat karma yang pernah beliau perbuat di masa kehidupan lampau, walaupun beliau sudah mencapai tingkat arahat. Namun demikian dengan kondisi beliau yang telah mencapai arahat tentu saja akibat dari buah karma buruk yang beliau rasakan tentu saja sudah menjadi berbeda dibanding  jika misalkan buah itu beliau harus rasakan dalam kondisi belum mencapai tingkat kesucian.

Pak Cornelis Wowor juga memberikan gambaran perumpamaan bagaimana kita dengan mempersiapkan diri  dapat menerima karma buruk dengan dampak yang berbeda. Umpama kita tahu bahwa kita akan mendapatkan buah karma buruk berupa di pukuli orang, maka sebelum hal itu terjadi kita sudah mempersiapkan diri kita dengan berlatih ilmu beladiri dan memperkuat tubuh kita, sehingga saat kita mendapatkan buah karma buruk di pukuli orang kita tidak merasakan kesakitan. Melatih ilmu beladiri dan memperkuat tubuh itulah perumpamaan untuk melaksanakan sepuluh paramita dalam kehidupan sehari hari kita agar saat buah karma buruk harus kita terima, kita tidak terlalu merasakan dampak buruk bagi batin dan jasmani kita .

Mengenai sepuluh paramita anda bisa juga mendengarkan di ceramah Dhamma Pak Wowor mengenai tingkat kemampuan pencapaian kesucian atau dalam topik Pelindung sejati.

Agar lebih jelas silakan anda mendengarkan selengkapnya Ceramah Dhamma dari bapak Cornelis Wowor MA untuk waspada dan jangan lengah. Anda dapat mendengarkan langsung lewat streaming dengan mengklik tombol play di bawah ini (anda memerlukan aplikasi flash player terpasang pada browser anda) atau silakan anda mengunduhnya dengan menggunakan username dan password yang telah kami berikan.

Ceramah Dhamma Cornelis Wowor MA ‘Waspadalah Jangan Lengah’

Untuk Para Pengguna IPad,Iphone (iOS) Streaming Ceramah Dhamma ‘Waspadalah Jangan Lengah’ Cornelis Wowor MA 11,1 MB

Download (Selain pengguna IPad,Iphone) Ceramah Dhamma ‘Waspadalah Jangan Lengah’ Cornelis Wowor MA 11,1 MB

Selamat mendengarkan. Semoga kita semua dapat mempersiapkan diri kita menghadapi kematian dengan selalu waspada. Semoga ceramah Dhamma ini dapat menambah wawasan kebijaksanaan kita semua. Sadhu… Sadhu.. Sadhu..

Sabbe Sankhara Anicca

Dalam Kesempatan ini juga kami mengucapkan turut ber-Samvega Citta atas meninggalnya Romo Krishnanda Wijaya Mukti pada tanggal 6 Maret 2016 dalam usia 67 Tahun. Kita yakin beliau sudah terlahir di alam yang lebih baik sesuai dengan karma yang telah beliau perbuat selama dalam kehidupan ini. Kita semua kehilangan salah satu penceramah dan duta Dhamma terbaik yang ada di Indonesia.  Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu…

7 Comments »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image