Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Suhu Xian Xing

Banyak Jalan Menuju Dhamma

Submitted by Untung on May 27, 2011 – 10:24 amOne Comment

Siapakah Buddha, Banyak Jalan Menuju Dhamma Banyak Jalan Menuju Dhamma Oleh: Bhiksuni Xian Xing

Bagaimana cara anda menemukan Dhamma? Pengertian menemukan Dhamma bukan berarti sekedar menjadi beragama Buddha. Menemukan Dhamma yang saya maksud adalah mengalami, merasakan manfaat Dhamma dalam kehidupan ini sehingga Dhamma menjadi sebuah keyakinan yang tidak tergoyahkan.

Sebelum menemukan Dhamma, anda harus berjalan terlebih dahulu untuk menuju Dhamma. Banyak jalan menuju Dhamma. Jalan Dhamma itu bisa sengaja diciptakan, bisa  secara tidak sengaja, bisa juga sudah disediakan. Yang terakhir itu umumnya adalah jika orang tua kita memang beragama Buddha dan mereka mengarahkan kita untuk mengikuti mereka.

Tidak semua orangtua Buddhis mau mengarahkan anaknya untuk menjadi Buddhis. Mungkin karena mereka adalah orangtua Buddhis yang belum menemukan Dhamma. Mereka jalan menuju Dhamma tapi belum menemukan Dhamma. Jumlah orang tua Buddhis seperti ini di Indonesia cukup banyak.

Bhiksuni Xian Xing berjalan menuju Dhamma melalui jalan yang tidak disengaja, tidak disiapkan apalagi diarahkan orang tua. Karena tanpa beliau sadari jalan yang dilaluinya adalah jalan menuju Dhamma dan akhirnya beliau menemukan Dhamma. Siapa yang akan menyangka hanya dengan sering bermain basket dilapangan depan sebuah Vihara, dengan alasan bisa bermain gratis, bisa membawa beliau menjadi Bhiksuni?

Bhiksuni Xian Xing menceritakan bagaimana beliau bisa berjalan menuju Dhamma dan akhirnya menemukan Dhamma dalam ceramah dhamma pada kebaktian Minggu pagi di Vihara Pluit Dharma Sukha. Banyak hal kejadian keseharian lain yang dibabarkan Bhiksuni Xian Xing lewat ceramah maupun lewat jawaban pertanyaan yang diajukan.

Jika seseorang menanyakan kepada kita, siapakah Buddha, bagaimana Buddha itu? bagaimana kita menjawabnya? Jika kita merasa Buddha adalah sebagai guru yang kita hormati yang mengajarkan kebenaran, Apakah kita bisa menerangkannya sama seperti kita menerangkan sosok guru sekolah kita yang juga kita hormati? Jika kita merasa Buddha adalah sosok yang kita sayangi dan cintai, apakah kita juga bisa menggambarkannya  sama seperti kita menggambarkan sosok orangtua kita yang kita sayangi dan cintai? Rasanya sulit yah, karena kita tidak hidup dijaman Buddha sehingga belum pernah bertemu langsung dengan Buddha. Tapi benarkah karena belum bertemu maka menjadi sulit? Dia yang melihat Dhamma melihat Buddha, Dia yang melihat Buddha melihat Dhamma (Samyutta Nikaya).

Walaupun banyak jalan menuju Dhamma , namun bisa sampai menemukan dhamma adalah suatu kebahagiaan. Silakan anda mendengarkan ceramah dhamma Bhiksuni Xian Xing, yang meski bertema waisak tetapi banyak hal yang bisa kita petik sebagai bahan renungan dan pelajaran.

Ceramah Dhamma Bhiksuni Xian Xing ‘Banyak Jalan Menuju Dhamma’

[01:44:16] 17.9 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Banyak-Jalan-Menuju-Dhamma’ 17.9 MB  

Semoga apa yang anda dengarkan dapat bermanfaat dan menambah kebijaksanaan kita. Semoga anda terbebas dari penderitaan batin dan jasmani. semoga semua makhluk berbahagia. Salam kasih dalam Dhamma.

One Comment »

  • Salim Candra says:

    Indah sekali bisa bertemu dan mengenal ajaran Budha, lebih indah lagi bagi orang yang menyadari bahwa jati dirinya harus menjalani kehidupan sebagai Budha, itulah karunia yang tak ternilai mendekati akhir zaman sebelum dunia yang fana ini berakhir.

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image