Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Cunda J Supandi

Cara Berdana yang Baik dan Benar

Submitted by Untung on May 20, 2011 – 10:04 am5 Comments

Cara Berdana Yang Benar Cara Berdana yang Baik dan Benar      Oleh: Romo Cunda J Supandi

Berdana merupakan perbuatan yang paling mudah dan mendasar dari ajaran mengenai Dana, Sila dan Samadhi. Meskipun mudah, namun kita harus mengetahui cara berdana yang baik dan benar. Berdana dengan cara yang baik dan benar akan memberikan pahala yang sempurna.

Tujuan berdana yang paling hakiki dalam agama Buddha sebenarnya adalah bukan sekedar menolong orang. Seseorang yang tertolong karena akibat kita berdana hanya merupakan tujuan sampingan. Tujuan umat Buddha dalam berdana yang perlu dilatih adalah tujuan untuk mampu ‘melepas’.

Sungguh tidak mudah untuk bisa berlatih melepas ketika kita berdana. Dengan pengertian melepas, kita tidak lagi mengharapkan apa-apa ketika berdana. Umumnya kita, saya dan anda semua biasanya mengharapkan sesuatu dalam berdana entah itu harapan agar kelak memperoleh kekayaan, memperoleh kesehatan, umur panjang bahkan mengharapkan setelah berdana nama kita menjadi harum dn dikenal orang.

Berdana dengan pengertian seperti diatas tidaklah salah. Namun jika kita menginginkan berdana yang berkualitas, yang bermutu maka sedikit demi sedikit saat berdana kita harus mengubah pikiran dari berdana dengan pamrih menjadi latihan melepas.  Latihan berdana dengan baik dan benar tersebut termasuk latihan yang tidak mudah. Saat melepas, kita berusaha bebas dari kemelekatan terhadap apa yang kita danakan. Dengan pengertian melepas kita mampu memberikan hal-hal yang terbaik yang kita miliki untuk didanakan.

Ada delapan hal yang perlu diperhatikan dalam berdana yang baik dan benar seperti yang diuraikan oleh Romo Cunda J Supandi dalam ceramah Dhamma saat kebaktian Minggu pagi di Vihara Pluit Dharma Sukha.

Romo Cunda J Supandi juga memberikan nasihat bagaimana kita harus bertindak pada saat berdana makanan kepada Bhikkhu Sangha dari aliran Theravada sesuai dengan vinaya ( aturan kebhikkhuan)

Silakan anda mendengarkan secara lengkap ceramah dhamma dari Romo Cunda J Supandi mengenai cara berdana yang baik dan benar. Klik tombol play dari player dibawah ini untuk mendengarkan secara online. Bagi anggota ceramahdhamma.com yang ingin mengunduhnya silakan menggunakan username dan password yang telah diberikan.

Ceramah Dhamma  Romo Cunda J Supandi  ‘Cara Berdana yang Baik dan Benar’

[01:42:13]  17.5 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Cara Berdana yang Baik dan Benar’ 17.5 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat. Yakinlah hukum Karma akan berjalan dengan sendirinya. Berdana yang baik dan benar pasti akan menimbulkan pahala tanpa perlu diharapkan. Salam Sejahtera.

5 Comments »

  • JKSSBMA says:

    Apa ada bukunya tata cara berdana makanan yang benar ( cara memberikan, mengucapkan kata apa , dsb ) kepada seorang Bikkhu.

  • kuatno says:

    bagus, saya suka mendengarkan ceramah dhamma cuma saya coba download
    cara berdana yang baik dan benar belum bisa

  • hendri says:

    saya ingin bertanya,saya sering mendengar kalau kita melepaskan binatang atau berdana untuk vihara atau apa saja,kita diminta berdoa daan menyampaikan jasa perbuatan baik kita ini mau dilimpahkan kepada siapa.apakah itu benar?karena di kita suci parita pun ada.sedangkan bukankah?setiap orang membawa karma masing2?kalau bener apa tdk bertolak belakang satu sama lainnya?

    • Untung says:

      Dear Pak Hendri,
      Terima kasih untuk pertanyaannya.
      Tidak bertolak belakang. Karena sesungguhnya saat kita melimpahkan jasa tidak ada karma baik kita yang berkurang dan berpindah ke leluhur penerima. Karma baik kita tetap bertambah karena melakukan pelimpahan jasa.
      Nah, pada saat kita melimpahkan jasa tersebut, diharapkan si penerima mengetahuinya ( sekedar mengetahui) dan merasa ikut bergembira atas perbuatan baik kita yang kita limpahkan. Pada saat si penerima itu ikut bergembira maka dia juga sudah mendapatkan karma baik.
      Dalam teori Theravada, yang bisa menerima pelimpahan jasa itu hanya makhluk peta yang disebut paradattupajivika Peta. Pada saat mereka bisa ikut bergembira terhadapa pelimpahan jasa kita, maka mereka mendapat kesempatan untuk bertumimbal lahir ke alam yang lebih baik. Ini sama seperti saat kita mendengar famili, kerabat, teman kita telah berprestasi dan kita merasa turut berbahagia atas prestasi tersebut. Jadi tidak ada karma baik yang berpindah. Mungkin saya bisa katakan semacam induksi karma baik.
      Mudah-mudahan bisa dimengerti. Salam Metta.

  • Yoffy Jo says:

    Anumodana Pa Untung atas websitenya dan yth Romo Cunda atas Dhammadesananya….sy sudah Download ceramah Dhamma ini…sangat menginspirasi sy utk senantiasa berdana namun dengan cara yang baik dan benar…dengan niat utk melepas kemelekatan…Sabbe satta bhavantu sukhitatta…sadhu sadhu sadhu

    Salam Metta,

    _/|\_

    -yof-

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image