Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Cornelis Wowor MA

Mengapa Sidharta Menjadi Buddha

Submitted by Untung on June 10, 2011 – 4:17 pmOne Comment

Mengapa-Sidharta-Menjadi-Buddha Oleh: Cornelis Wowor MA.

Apakah anda pernah terpikir untuk melontarkan pertanyaan Mengapa Sidharta Menjadi Buddha?. Bapak Cornelis Wowor mendapatkan pertanyaan tersebut saat akan membabarkan Dhamma di sebuat tempat di Jakarta.

Kita mungkin hanya tahu bahwa Pangeran Sidharta lahir di keluarga suku Sakya, tumbuh besar, berkeluarga, melihat empat peristiwa penting yaitu orang yang tua, orang yang sakit, orang mati dan petapa yang tenang dan bahagia. Selanjutnya memutuskan untuk mencari obat guna mengatasi masalah tua, sakit dan mati dengan jalan menjadi petapa selama 6 tahun sebelum akhirnya menjadi Buddha.

Apakah saat Pangeran Sidharta mulai jadi petapa, dia sudah tahu akan menjadi Buddha? rasanya tidak. Walaupun saat dilahirkan sudah ada yang meramal demikian, tetapi Pangeran Sidharta tidak tahu bahwa dia adalah seorang Bodhisatva, seorang calon Buddha.

Sungguh naif jika kita hanya melihat proses itu saja untuk membuat Pangeran Sidharta menjadi Buddha. Sesungguhnya proses terebut sudah dimulai saat jaman Buddha Dipankara, 28 Buddha sebelum jaman Buddha Gautama. Saat seorang petapa yang bernama Sumeda mengikhlaskan badannya menjadi semacam alas untuk menutupi genangan kotoran agar Buddha Dipankara dapat melintas diatasnya. Saat itulah Petapa Sumeda bertekad untuk menjadi seorang Buddha. Pertapa Sumeda itulah yang kelak menjadi seorang Buddha yang dikenal sebagai Buddha Gautama.

Bayangkan, selama perputaran jaman melewati 28 Buddha, Petapa Sumedha mulai menyempurnakan ke sepuluh Paramita nya untuk menjadi Buddha. Paramita adalah faktor faktor yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai penerangan sempurna. Jaman 28 Buddha itu berapa lama? Silakan saja dibayangkan. Prinsipnya adalah, Buddha  selanjutnya akan muncul saat Dhamma lenyap. Ajaran Buddha Gautama sudah ada sejak 2500 tahun lampau dan masih berkembang, tidak tahu kapan akan lenyapnya. Jadi jaman satu Buddha mungkin bisa saja ratusan ribu tahun atau jutaan tahun.

Dalam ceramahnya Pak Cornelis Wowor juga mengulang pertanyaan menggelitik tentang tanggung jawab pangeran Sidharta sebagai kepala rumah tangga saat meninggalkan keluarganya utnuk bertapa. Masih ingatkah saat ceramah dhamma tentang ‘Jadilah Kaya‘ Bapak Cornelis Wowor menyetujui bahwa Pangeran Sidharta tidak bertanggung jawab saat itu?

Jika kita melihat kehidupan Bodhisatva (sebelum menjadi Buddha Gautama) dalam melengkapi paramitanya maka keputusan meninggalkan keluarganya itu lebih ‘masuk akal‘ daripada perbuatan memberikan istri dan anak-anaknya kepada orang lain sebagai bentuk kebulatan tekadnya melakukan Dana Paramita saat terlahir sebagai Pangeran Vesantara dalam salah satu kehidupan Bodhisatva.

Bagaimana ceritanya? Silakan saja anda simak ceramah dhamma dari bapak Cornelis Wowor mengenai mengapa Sidharta menjadi Buddha. Silakan klik tombol play dibawah ini atau mengunduhnya dengan menggunakan username dan password untuk para anggota ceramahdhamma.com

[01:13:13] 12.5 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Mengapa Sidharta Menjadi Buddha’ 12.5 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat. Salam dalam Dhamma. Semoga semua makhluk berbahagia.

One Comment »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image