Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Rudy Arijanto

Seputar Upacara kematian Dalam Tradisi Tionghoa

Submitted by Untung on September 30, 2013 – 7:40 pm4 Comments

Seputar Upacara Kematian Dalam Tradisi Tionghoa Seputar Upacara Kematian dalam Tradisi Tionghoa. Oleh: Rudy Arijanto

Sampai beberapa puluh tahun lampau, rasanya masyarakat umum hanya mengenal agama Buddha selain lewat kelenteng juga lewat upacara upacara kematian saat seorang Tionghoa meninggal dunia. Di Indonesia ada anggapan Tionghoa adalah umat Buddha dan umat Buddha mesti Tionghoa. Anggapan ini mudah mudahan sudah mencair. Karena di Indonesia orang Tionghoa tidak mesti Buddhis dan seorang Buddhis tidak harus orang Tionghoa.

Kembali mengenai seputar upacara kematian dalam tradisi Tionghoa memang tidak bisa dipisahkan dengan aliran agama Buddha Tridharma. Banyak anak anak muda Indonesia keturunan Tionghoa sudah tidak mengerti apa makna yang tersirat dari upacara kematian dalam tradisi Tionghoa. Upacara kematian dalam Agama Buddha tentu saja tidak persis sama seperti upacara kematian dalam tradisi Tionghoa. Namun sudah lama kerancuan itu terjadi. Tradisi Tionghoa seperti identik dengan tradisi Buddhis dan sebaliknya. Tidak benar namun tidak sepenuhnya salah.

Romo Rudy Arijanto sebagai salah satu pandita dari aliran Tridharma sering menguraikan hal hal yang berkaitan dengan upacara kematian dalam tradisi Tionghoa. Salah satunya  seperti yang dibabarkan dalam ceramah dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha beberapa waktu lalu.

Walaupun saat ceramah dhamma ini di posting, bulan Cit Gwee ( bulan tujuh dalam sistim penanggalan Lunar) sudah lewat namun sebagai suatu tambahan pengetahuan seputar upacara kematian dalam tradisi Tionghoa tentu tidak ada kata terlambat.

Selain seputar upacara kematian dalam tradisi Tionghoa, Romo Rudy Arijanto juga membabarkan hal lain yang berkaitan dengan kebiasaan kebiasaan orang Tionghoa seperti mengapa ada anggapan di bulan Si Gwee dan Cit Gwee tidak boleh menikah. Si Gwee adalah bulan ke empat dalam penanggalan Lunar. Lalu apakah benar jika istri sedang hamil maka pantang untuk merenovasi rumah?

Silakan anda mendengarkan secara langsung uraian Romo Rudy Arijanto mengenai seputar upacara kematian dalam tradisi Tionghoa. Anda dapat meng-klik tombol play dari player di bawah ini. Jika anda sudah menjadi member ceramahdhamma.com, silakan mengunduhnya dengan menggunakan username dan password yang telah diberikan.

Ceramah Dhamma Seputar Upacara Kematian Dalam Agama Buddha oleh Romo Rudy Arijanto

[1:52:12]   19.2 MB

Seputar Upacara Kematian dalam Tradisi Tionghoa 19.2 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan serta kebijaksanaan anda. semaga anda berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu.

4 Comments »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image