Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Tan Chao Ming

Dukkha Nirodha Dukkha Samudaya

Submitted by Untung on December 1, 2010 – 1:22 pm2 Comments

Tan Chao MingDear Kalyanamitta,

Tiga aliran besar dalam Buddhism, Baik itu Theravada Buddhism, Mahayana Buddhism maupun Tantrayana Buddhism mengenal hukum empat kesunyataan mulia. Karena sesungguhnya inti ajaran Buddha Dukkha Nirodha, Dukkha Samudaya. Sesungguhnya  Dukkha lah yang Ku tunjukkan serta jalan untuk melenyapkan Dukkha (Dukkha Nirodha Gamini Patipada)

Jika beberapa waktu yang lalu Bapak Tan Chau Ming membabarkan tentang Mahayana Buddhism maka kali ini beliau sedikit menerangkan tentang Tantrayana/Vajrayana Buddhism atau Tibetan Buddhism.

Buddhism masuk ke Tibet agak terlambat, walaupun hanya dibatasi dengan gunung Himalaya. Buddhism justru masuk ke daratan Tiongkok terlebih dahulu lewat jalur sutera sekitar 140 SM. Buddhism masuk ke Tibet sekitar abad ke enam. Saat itu Tibet sudah memiliki agama mereka yaitu Bonpha.

Menurut bapak Tan Chao Ming, jika Theravada Buddhism menjunjung tinggi kesederhanaan hidup dan Kesucian, Mahayana Buddhism mengajarkan orang untuk mengembangkan Maitri Karuna (cinta Kasih) serta menumbuhkan Bodhi Citta maka Tantrayana Buddhism menekankan pada Bhavana dan Sadana ( ritual) yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sama seperti perumpamaan yang terdapat dalam kitab Sad Dharma Pundarika Sutra, Hutan yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan mulai dari pohon besar sampai rumput ilalang serta bunga bunga kecil mendapatkan siraman air hujan. Masing-masing menyerap air sesuai kebutuhannya. Demikian juga kita dipersilahkan memilih siraman Dhamma yang sesuai keadaan diri kita sendiri. Silakan memilih mana dari ketiga aliran besar Buddhism yang cocok dengan keadaan kita.

Di Tiongkok pada jaman kaisar Chien Long, Suatu ketika kaisar mengunjungi sebuah vihara di atas bukit di tepi sungai Chia Ling, anak sungai Yang Tze. Kaisar menanyakan kepada ketua Vihara, seorang Bhiksu berumur 70 an tahun tentang berapa jenis manusia yang hilir mudik di sungai dibawah sana. Bhiksu tua tersebut menjawab ada dua jenis manusia yang setiap hari hilir mudik di sungai tersebut yaitu manusia yang mencari keuntungan (wei li) dan manusia yang mencari ketenaran (wei ming).

Jawaban Bhiksu tua tersebut rasanya tetap relevan dengan keadaan sekarang. Namun sesungguhnya Buddhism menekankan bahwa kehidupan yang akan datang jauh lebih penting dari kehidupan sekarang. Bagaimana kita dapat memanfaatkan kehidupan sekarang guna mencapai kehidupan yang lebih baik pada saat mendatang. Kita tidak boleh terlalu terlena dengan hanya hilir  mudik mencari keuntungan dan ketenaran lalu melupakan tujuan kita untuk menuju pantai seberang.

Silakan Kalyanamitta mendengarkan ceramah dhamma selengkapnya dari Bapak Tan Chau Ming. Kali ini ceramah yang diposting tanpa tanya jawab. Bagi Kalyanamitta, member ceramahdhamma.com dapat mendownloadnya dengan menggunakan username dan password yang telah diberikan.

Ceramah Dhamma Bapak Tan Chau Ming Dukkha Nirodha Dukkha Samudaya

[0:48:26]   8.31 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Dukkha Nirodha Dukkha Samudaya’ 8.31 MB

Semoga kalyanamitta berbahagia, Semoga semua makhluk berbahagia. Salam sejahtera penuh cinta kasih.

2 Comments »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image