Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Cunda J Supandi

Tenang Menghadapi Kematian

Submitted by Untung on January 21, 2011 – 11:51 am2 Comments

Tenang Menghadapi KematianDear kalyanamitta,

Kematian merupakan satu dari empat kondisi dunia yang tidak akan bisa terelakkan. Setiap manusia mendambakan dapat tenang menghadapi kematian. Tiga kondisi selain kematian adalah kelahiran, sakit dan umur tua.

Tidak semua orang nyaman berbicara tentang kematian. Namun sebagai seorang Buddhis yang mengerti tentang hukum Kamma dan Tumimbal lahir, seyogyanya malah mempersiapkan kematian tersebut. Maksudnya apa?

Kita harus dapat tenang menghadapi kematian dengan jalan mempersiapkannya. Kematian tidak bisa kita elakkan selama kita sebagai manusia belum mencapai tingkat kesucian akhir seorang Arahat atau  mencapai kebuddhaan.

Apa yang harus kita persiapkan agar tenang menghadapi kematian tanpa perlu merasa takut, gelisah, was was. Romo Cunda J Supandi memberikan ceramah Dhamma yang menyinggung masalah bagaimana agar bisa tenang dalam menghadapi kematian. Rumus umum tetap berlaku disini yaitu banyaklah berbuat baik.

Kemana kita akan terlahir ditentukan oleh perbuatan kita semasa hidup dan kesadaran akhir saat menghembuskan nafas terakhir. Jika tidak ada perbuatan kwalitas berat yang muncul saat itu, apakah itu baik maupun buruk (Garukha Kamma) maka yang muncul mungkin kammma dengan kwalitas dibawah Garukha Kamma. Jika itu juga tidak muncul saat kesadaran akhir maka kamma/perbuatan kebiasaan kita yang muncul.

Kesadaran akhir ini sangat menentukan kemana seseorang akan lahir kembali. Itulah sebabnya sangat penting sekali adanya perasaan tenang dan kalau bisa malah gembira saat kematian datang menyongsong. Jika kondisi perasaan tenang dimiliki saat kematian maka bisa dipastikan orang tersebut akan terlahir kembali di alam yang baik. Namun tetap saja kwalitas kehidupan orang tersebut di alam yang baik tersebut tergantung pada perbuatan-perbuatan dia sebelumnya.

Sebagai contoh ekstremnya. katakan seseorang yang selalu berbuat jahat semasa hidupnya, namun karena kondisi kesadarannya baik saat menjelang kematian, maka orang tersebut bisa lahir kembali di alam yang baik, katakanlah di alam manusia. Namun seperti yang kita lihat di alam manusia, begitu banyak ragam kwalitas kehidupan seseorang. Ada yang penuh kesenangan ada yang sangat menderita sekali.  Bisa pula baru berumur satu bulan sudah meninggal dunia. Begitulah hukum alam bekerja.

Romo Cunda J Supandi memberikan wejangan agar kita dapat meningkatkan kwalitas kematian kita. Sekali lagi disini ditekankan, sebagai umat Buddha perbincangan mengenai kematian merupakan hal yang biasa dan tidak perlu ditakutkan.

Apakah keyakinan kita terhadap Buddha dapat meningkatkan kwalitas kematian kita? Silkan simak saja ceramah Dhamma dari Romo Cunda J Supandi kali ini. Bagi anggota ceramahdhamma.com dipersilakan mendownload file mp3 ceramah tersebut dengan menggunakan username dan password yang telah diberikan.

Ceramah Dhamma Romo Cunda J Supandi ‘Tenang menghadapi Kematian’

[01:08:17]   11.7 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Tenang Menghadapi Kematian’ 11.7 MB   

Selamat mendengarkan. Semoga Ceramah Dhamma ini membawa banyak manfaat untuk anda semua. Semoga anda berbahagia. Semoga semua makhluk berbahagia. Salam dalam Dhamma.

2 Comments »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image