Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Cornelis Wowor MA

Evaluasi Akhir Tahun

Submitted by Untung on December 24, 2013 – 12:01 pm9 Comments

Evaluasi Akhir Tahun Evaluasi Akhir Tahun oleh: Cornelis Wowor MA.

Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan  untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita. Melupakan hal penting untuk diri sendiri. Kita jarang malah hampir tidak pernah melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri kita sendiri.

Kalaupun kita melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri sendiri, itu lebih banyak berkaitan dengan yang bersifat materi ataupun harta benda, misalnya dengan melakukan pelaporan pajak setiap tahun. Kita mengevaluasi harta kekayaan kita apakah bertambah, berkurang. Apakah tahun ini penghasilan saya bertambah atau malah berkurang.

Pernahkah kita merenungkan dan mengevaluasi perkembangan batin dan rohani kita pada akhir tahun? Misalnya pernahkah kita mengevaluasi apakah kita lebih sering marah pada tahun ini dibandingkan tahun lalu? atau apakah tahun ini kita lebih tenang dan lebih sering memberikan senyuman terhadap orang lain?

Sebagai seorang umat Buddha kita patut melakukan evaluasi ataupun melakukan perenungan terhadap kualitas Sila (kemoralan), Samadhi (konsentrasi dan perhatian) dan Panna (kebijaksanaan) diri kita secara berkala.

Berapa sering kita melakukan pelanggaran pancasila Buddhis? apakah sudah berkurang atau malah tanpa disadari kita lebih banyak melakukan pelanggaran sila. Apa yang menyebabkan terjadinya hal itu? Apakah faktor luar begitu mempengaruhi diri kita dalam menjalankan sila? Kenapa kita begitu terpengaruh oleh faktor diluar diri dan kondisi lingkungan dalam mengendalikan sila? Bisakah kita tetap tenang dan sabar di saat kondisi dan keadaan di luar diri kita begitu menekan dan kacau?

Selain kemoralan, sebagai umat Buddha yang baik kita harus berlatih meditasi. Apakah pada tahun ini latihan samadhi kita sudah meningkat secara kualitas maupun frekuensi latihan, atau malah sudah tidak ingat lagi kapan terakhir kalinya berlatih meditasi?

Kebijaksanaan yang tinggi tidak dapat diperoleh hanya melalui bacaan ataupun hanya melalui latihan kemoralan. Sila dan Samadhi saling mendukung untuk memunculkan Panna. Munculnya Panna mendukung untuk kemajuan Sila dan Samadhi. Begitulah Sila, Samadhi dan Panna saling berhubungan satu sama lainnya. Sila mendukung Samadhi dan selanjutnya menimbulkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan memberikan kemudahan buat kita dalam menjalankan kemoralan.

Bapak Cornelis Wowor MA mengajak kita untuk melakukan evaluasi akhir tahun atau perenungan terhadap perkembangan bathin kita selama setahun ini. Silakan anda mendengarkan secara langsung ceramah Dhamma dari bapak Cornelis Wowor MA, yang diberikan saat kebaktian Sabtu malam di Vihara Pluit Dharma Sukha di penghujung tahun 2013 ini.

Ceramah Dhamma Bapak Cornelis Wowor MA ‘Evaluasi Akhir Tahun’

[01:13:43]  12.6 MB

Download Evaluasi Akhir Tahun 12.6 MB 

Selamat melakukan evaluasi akhir tahun terhadap batin kita masing masing. Semoga anda menjadi lebih bijaksana pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Semoga anda berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu..

9 Comments »

  • Silasamvaro says:

    Yth. Pak Untung,

    Sebelumnya terima kasih atas upayanya di ceramahdhamma.com yg terus berlanjut hingga sekarang.

    Saya usul agar setiap ceramah diberikan keterangan tanggal kapan diceramahkan, karena isi ceramah kadang2 berhubungan dengan suatu kejadian yg dekat dengan tanggal ceramah itu. Agar kita bisa lebih memahami kejadian yang dimaksudkan dalam ceramah.

    Terima kasih.

    • Untung says:

      Terima kasih atas usulnya. Tidak semua ceramah saya tahu kapan terjadinya. Jika saya tahu tanggalnya maka bapak bisa lihat pada properti file Mp3 yang telah didownload. Pada titelnya biasanya ada tanggal saat ceramah.
      Selanjutnya saya usahakan untuk mencantumkan tanggal pada awal uraian.

  • tony says:

    To : Bapak Untung

    pak, kenapa tiap kali di klik untuk mendengarkan ceramah hanya bisa kurang lebih sepuluh menit saja, terus ceramahnya dari awal lagi. Baik pakai android maupun iphone.
    Terima kasih atas jawabannya.

    • Untung says:

      Saya belum tahu jawabannya. Saya coba cari tahu. Apakah untuk semua ceramah atau hanya ceramah yang ini saja?
      Apa ada kawan-kawan lain yang mengetahui apakah di android maupun iphone ada settingan yang berhubungan dengan kejadian diatas? silakan share disini. Thanks.

    • Untung says:

      Dear All,
      Untuk mendengarkan ceramah dhamma secara streaming langsung, dibutuhkan Flash Player.
      Mohon Maaf, Android kini tidak mendukung Flash player. Bagi para pengguna Android silakan mengunduh file Mp3 nya terlebih dahulu. ( Tidak bisa on line streaming). Terima kasih.

  • natta says:

    dear Ko Untung,

    file ini kenapa gak bisa di “save link as” yah ?
    saya udah coba 3 kali, tapi cuma loading ajah indikatornya, n format seperti jpeg/gambar, bukan mpeg/audio ?

    anumodana ko

    • Untung says:

      Mestinya tidak ada masalah. Pilih save as nya sebaai file Mpeg. Info tambahan, Untuk memudahkan kawan kawan yang menggunakan Ipad atau Iphone untuk mendownload dimana tidak ada klik kanannya, saya memodifikasi cara untuk mendownload agar bisa juga klik (kiri) URL downloadnya. Jadi mestinya baik klik kiri maupun klik kanan bisa dilakukan.
      Terima kasih.

  • munardi says:

    Diceritakan tadi bahwa karma buruk akan siap menerjang kita setiap saat,dan diceritakan juga bahwa karma buruk itu bisa ditahan dengan karma baik…
    yang ditanyakan disini. apakah kita bisa tau timbunan karma baik kita sampai dimana , ibarat timbangan berat yang mana karma buruk atau karma baik yang lebih berat agar kita bisa bersiap siap kalau karma buruk lebih berat. bagaimana caranya ?

    • Untung says:

      Pendapat saya:
      Yang paling gampang dan sangat berguna adalah selalu siap dengan akibat buruk, anggap saja karma buruk kita yang jauh lebih banyak. Jadi berbuat baik lah sebanyak mungkin agar bisa mengimbanginya. Tidak ada ruginya kan?
      karena jika pun kita tahu karma baik kita yang lebih banyak apakah hal itu akan membuat kita berhenti berbuat baik atau mengurangi berbuat baik? tidak juga kan? hehehe.
      Ada tips sederhana untuk melihat karma lampau kita baik atau buruk yaitu:
      Lihatlah keadaan kita sekarang, maka itu merupakan cerminan perbuatan kita yang lampau.
      Renungkan apa yang kita perbuat sekarang maka kita melihat masa depan kita akan seperti apa.

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image