Merencanakan Keuangan Keluarga
November 12, 2014 – 11:53 am | No Comment

Merencanakan Keuangan Keluarga. oleh: D.S. Marga Singgih Vihara Pluit Dharma Sukha September 2014
Apakah Buddha pernah mengajarkan bagaimana merencanakan keuangan keluarga? Selain membagi penghasilan ke dalam empat bagian terpisah sesuai anjuran Buddha dalam Sigalovada Sutta, …

Baca dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

Rudy Arijanto

Kumpulan Ceramah dari Bapak Rudy Arijanto

Sri Pannavaro Mahathera

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Sri Pannavaro Mahathera

Melatih Kesabaran

Submitted by Untung on September 21, 2010 – 8:03 pm10 Comments

Melatih KesabaranBapak, Ibu, Bro & Sis yang terkasih,

Kesabaran merupakan suatu bentuk kekuatan mental, bukan kelemahan. Kadang kita memandang salah kepada seseorang yang sabar sebagai seseorang yang lemah. Menurut saya tidak tepat. Kenapa? cobalah kita melatih kesabaran kita, mudahkah? rasanya tidak mudah. Lebih mudah untuk langsung melontarkan amarah dibandingkan bersabar. Kesabaran menunjukkan kekuatan jiwa dari orang yang memilikinya.

Kita biasanya mudah bersabar pada saat situasi dan kondisi kita sedang menyenangkan. Kita dengan mudah bersabar dalam kemacetan lalulintas atau bersabar dengan anak kita yang nakal saat baru saja mendapat kenaikan gaji atau cinta kita baru saja diterima oleh sang pujaan hati setelah sekian lama di kejar-kejar. Saat itu mungkin kita menjadi orang paling sabar sedunia. Tetapi itu bukan lah merupakan kesabaran yang sesungguhnya.

Kesabaran merupakan sebuah kekuatan mental, sebuah cerminan kualitas diri adalah suatu sikap yang bisa ditunjukkan saat kondisi atau situasi yang tidak menyenangkan datang. Itulah kesabaran yang sesungguhnya.

Dalam ceramah Dhamma yang di posting kali ini Bhante Sri Pannavaro Mahathera menjelaskan mengenai kualitas mental kesabaran dan bagaimana caranya melatih kesabaran kita . Beliau menjelaskan juga bagaimana seharusnya pola pikir kita agar bisa bersikap sabar.

Melatih kesabaran bisa dilakukan lewat hal-hal yang kecil lebih dahulu. Bersabar  saat pulang kantor, ternyata makanan yang dihidangkan bukan makanan yang kita sukai, Bersabar terhadap kondisi lalulintas yang selalu semrawut, Bersabar ketika sedang menunggu giliran diperiksa dokter dan lain sebagainya.

Melatih kesabaran lewat hal-hal sederhana dalam kehidupan keseharian kita merupakan modal untuk melatih kesabaran tingkat tinggi. Modal untuk bisa bersabar saat kita dicela, dicaci, difitnah, dihina dan sebagainya. Mampu bersabar saat orang yang kita tolong balik menikam dari belakang. Bersabar saat orang kepercayaan kita menipu kita habis-habisan. Mampukah kita?

Bhante Sri Pannavaro Mahathera mengatakan kesabaran didapat melalui proses latihan. Ada 2 pola pikir dalam melatih kesabaran yang dijelaskan Bhante Sri Pannavaro Mahathera dalam ceramah Dhammanya ini. Bhante juga mengatakan bahwa kesabaran tidak bisa diperoleh lewat pemberian. Boleh boleh saja kita berdoa agar diberikan kekuatan kesabaran dalam menghadapi hidup ini namun dalam kenyataannya kita harus melatih kesabaran untuk bisa memperolehnya.

Bhante Sri Pannavaro Mahathera dalam ceramah Dhammanya juga menasihati kita untuk mewaspadai kotoran bathin yang halus. Kotoran bathin yang seolah-olah bukan sebagai kotoran bathin karena halusnya. Kotoran bathin ini meskipun halus tetap merupakan kilesa yang menghambat kemajuan mental dan spiritual kita. Apakah bentuk kotoran bathin yang halus tersebut? Silakan Bapak, Ibu, Bro dan Sis mendengarkan  ceramah Dhamma dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera dibawah ini.

Ceramah Dhamma Bhante Sri Pannavaro Mahathera ‘Melatih Kesabaran’

[00:47:02] 8.07MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Melatih Kesabaran’ 8.07 MB

Semoga ceramah Dhamma ini dapat menambah kebijaksanaan kita semua. Semoga Bapak, Ibu, Bro dan Sis berbahagia. Salam dalam Dhamma.

RELATED POST : Kesabaran dan Kemarahan oleh Cornelis Wowor MA.

10 Comments »

  • qoirun says:

    dengan melatih fokus pada saat ini.kita bisa nerima kenyataan yang ada.dan melatih kesabaran kita.semoga semua umat manusia dan seluruh mahluk berbahagia amiin
    kesabaran perlu proses bukan asal ngomong kita sabar tapi dengan proses itu kita bisa belajar sabar.kesabaran tidak bisa diucap tapi dengan perilaku aklak kita sehari hari menunjukkan kita sabar

  • khosewi says:

    thank kepada bapak untung yang telah memdownload ceramah dhamma agar orang dapat mengenal dhamma lebih dalam… dan sudah pasti karma baik berlimpah .. menberkati kehidupan anda

  • hana says:

    Nammobudhaya dengan mengenal ajaran dhamma Sang Budha saya yakin dan kita semua yakin bahwa saya dan kita bisa melakukan dan menjalani kehidupan ini dengan senyum dan kebahagian dan semoga apa yg sdh dicapai seluruh para Dewa dan Manusia turut berbahagia atas keberhasilan dan kemajuaan kita.Sadhu…. sadhu….sadhu….

  • khosewi says:

    ceramah yang luar biasa saya sempat tersentuh akan bhante yang menyampaikan begitu luar biasa.. saya sangat berterima kasih ke bhante pannavaro mahatera dan ceramah dhamma yang menyampaikan begitu bersahabat…

  • Sutikno says:

    Ini adalah ceramah favorit saya. Pas sekali dengan kondisi sehari-hari. Filenya saya masukin ke HP, agar setiap saat bisa disetel.

  • Mario says:

    Username ama password untuk downloadnya apa ya?

  • oniwati says:

    Namo Buddhaya.
    Cerama Dhamma yang begitu sempurna,tapi rasanya kalau buat Umat Awam sulit sekali ya,sudah bulat ingin berbuat yang baik dan tidak
    ingin tergoda oleh segalah masalah yang membuat kita punya kesabaran terusik,tapi semua itu tidak muda di jalankan, walaupun sudah begitu bulat keputusan yang kita ambil sewaktu waktu rasa risau masih juga dateng,terutma sewaktu ingin
    tidur.

    Mungkin itu pulah yang harus kita latih di dalam Dhamma.

    Salam Matta

    Oniwati.

  • Hanny says:

    Saya sangat setuju, bahwa kita harus melatih kesabaran.
    Tetapi, sabar berbeda dengan pasrah. Kita harus sabar, tapi tidak boleh pasrah.

  • hendra says:

    tidak bisa di download :( mnta password

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image