Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada yang Meninggal
October 24, 2014 – 4:37 pm | No Comment

Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ada Yang Meninggal. oleh: Dr. Dharma Kumara Widya.  VPDS Okt 2014
Ketika anda melayat ke tempat orang yang meninggal, entah itu famili atau sekedar kenalan, Apa yang anda pikirkan? Perasaan …

Baca dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

Rudy Arijanto

Kumpulan Ceramah dari Bapak Rudy Arijanto

Sri Pannavaro Mahathera

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Tan Chao Ming

Kwan Im dan Dewa Empat Muka

Submitted by Untung on April 30, 2011 – 5:11 pmOne Comment

Dewa Empat MukaDewa Empat Muka by: Tan Chao Ming

Pertanyaan mengenai dewa empat muka dilontarkan oleh salah seorang umat saat Bapak Tan Chao Ming memberikan ceramah dhamma di Vihara Pluit Dharma Sukha.

Dewa empat muka yang terkenal adalah yang ada di Bangkok, Thailand dekat hotel Erawan. Sebenarnya dewa ini adalah dewa Hindu. yang lebih lucunya lagi ada yang menyebutnya sebagai Buddha empat muka, makin melenceng lagi.

Dewa empat muka banyak didatangi oleh orang-orang yang meminta sesuatu. Dalam jaman yang memuja materi seperti sekarang ini, sangat umum jika seseorang mengejar harta dunia. Namun sesungguhnya harus diingat kehidupan yang benar harus lah mengedepankan kwalitas spiritual diatas kwalitas materi. Kita sering alpa akan hal ini. Yang dikejar hanyalah harta materi. Sementara jika bergelut dengan spiritual itupun hanya berupa simbol-simbol spiritual saja. Bukan tindakan yang benar benar nyata dalam spiritual.

Seiring waktu, adaptasi dewa empat muka dalam agama Buddha direpresentasikan menjadi catur Brahma Vihara, empat sifat luhur  yaitu Metta (cinta kasih), Karuna (belas kasih), Mudita (Simpati terhadap kebahagiaan orang lain) dan Upekkha (keseimbangan batin).

Ceramah bapak Tan Chao Ming sebenarnya bukan membahas mengenai dewa empat muka tersebut. Seperti biasanya pembabaran Dhamma beliau lebih kepada masalah sosial dipadukan dengan pandangan dari Buddhism Mahayana. Mulai dari masalah bencana alam, Kwan Im seribu tangan sampai pada perihal Buddhisme Tantrayana.

Banyak umat Buddha terutama dari kalangan Tionghoa memuja Kwan Im. Tidak sedikit yang memiliki altar Kwan Im di dalam rumahnya. Sebenarnya apa makna dari pemujaan terhadap Kwan Im tersebut? Apa yang terpikir dalam benak anda jika menemukan sebuah altar Kwan Im berada di depan sebuah rumah pelacuran/bordil? Apakah itu juga sebuah bentuk pemujaan terhadap Kwan Im?

Memuja Kwan Im sebaiknya diterjemahkan sebagai usaha untuk ikut meniru sifat-sifat welas asih yang dimiliki oleh Kwan Im. Ada atau tidak adanya altar Kwan Im di dalam rumah. Seseorang yang memuja Kwan Im seharusnya sedikit banyak harus mempunyai rasa welas asih terhadap sesama. Jangan bersikap judes, bicara kasar, dengki terhadap orang lain.

Hal itu juga sama saat umat Buddha berlutut ber-namaskara dihadapan patung Buddha. Bukan sosok patung Buddha nya yang kita sembah melainkan sifat sifat luhur yang dimiliki oleh seorang Buddha yang kita ingat saat bernamaskara.

Bapak Tan Chao Ming juga menerangkan sedikit tentang Buddhisme Tantrayana Tibet. Tantrayana Tibet sebenarnya Buddhisme yang sudah bercampur dengan agama asli bangsa Tibet yaitu Bonpha. Tradisi Bonpha Tibet terkenal dengan kemampuan kemampuan mistisnya. Itulah sebabnya hanya Tantrayana Tibet yang mengenal adanya penelusuran tumimbal lahir dari Rinpoche atau Lama atau guru spiritual mereka. Hal tersebut tidak dikenal di dalam aliran Buddhisme yang lain.

Silakan anda mendengarkan secara lengkap apa yang dibabarkan oleh Bapak Tan Chao Ming mengenai Kwan Im, Tantrayana serta Dewa empat muka dengan mengklik tombol play dibawah ini.

[01:26:55]    14.9 MB

Download Mp3 Ceramah Dhamma ‘Kwan Im dan Dewa Empat Muka’ 14.9 MB

Selamat mendengarkan. Semoga bermanfaat. Salam kasih dalam Dhamma.

One Comment »

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image