Pertolongan Dewa Dewi
October 12, 2016 – 10:24 am | 2 Comments

Ceramah Dhamma dr. Ratna Surya Widya, Vihara Pluit Dharmasukha. Oktober 2016
Agama Buddha mengenal alam dewa dewi. Tingkatannya ber beda-beda. Ada dewa alam rendah ada dewa alam yang lebih tinggi. Manusia bisa mendapatkan pertolongan dewa dewi.
Dalam …

Baca artikel pengantar dan Dengarkan Ceramah Selengkapnya »
Bhikkhuni Santini

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhikkhuni Santini

Cornelis Wowor MA

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. Cornelis Wowor MA

Download Paritta

Silahkan mendengarkan dan mendownload Paritta-paritta Suci

dr. Krishnanda W. Mukti

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bp. dr. Krishnanda W. Mukti

Suhu Xian Xing

Kumpulan Ceramah Dhamma dari Bhiksuni Xian Xing

Home » Sri Pannavaro Mahathera

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan

Submitted by Untung on August 16, 2014 – 1:11 pm10 Comments

Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan. Oleh: Bhante Sri Pannavaro Mahathera. VPDS Asadha 9 Agustus 2014

Dalam empat kesunyataan mulia dikatakan hidup ini adalah dukkha, penuh ketidakpuasan. Lahir, tua, sakit dan mati adalah dukkha. Tetapi sakit tua dan mati bukanlah sebab dari penderitaan. Apakah anda bingung dengan kalimat diatas?

Sesungguhnya ajaran Buddha Gautama jika ingin di ringkas menjadi satu kalimat hanyalah berisi tentang penderitaan dan lenyapnya penderitaan. Tidak lebih dan tidak kurang. Kita selalu diingatkan bahwa hidup ini menderita dan anda harus melakukan apa yang diajarkan Buddha untuk dapat melenyapkan penderitaan.

Kita semua dapat merasakan bahwa kelahiran membawa penderitaan. Sakit adalah menderita. Tua adalah penderitaan dan mati adalah penderitaan. Namun bhante Sri Pannavaro mengatakan, walaupun sakit adalah menderita tetapi sakit atau penyakit itu bukanlah yang menyebabkan anda menderita. Demikian juga menjadi tua merupakan penderitaan, tetapi tua itu sendiri atau ke-tua-an itu bukanlah sebab dari penderitaan kita. Penjelasan yang sama berlaku juga dengan kematian.

Kita tahu Buddha semasa masih hidup pun sudah terbebas dari penderitaan. Namun Buddha tetap mengalami tua, sakit dan meninggal (parinibbana) dalam hidupnya. Jadi jelas lah jika sakit, tua dan mati bukanlah sebab dari penderitaan karena Buddha tidak menderita karena sakit, tua dan mati.

Jika sakit itu menderita namun bukan sebab dari penderitaan, lalu apa yang menyebabkan kita menderita saat sakit? Apa yang menyebabkan kita menderita saat tua dan mati?  Sakit, tua dan mati hanyalah suatu bentu aksi. Reaksi pikiran kita terhadap sakit, tua dan mati itulah yang menyebabkan kita menderita.

Agar lebih jelas mengenai sakit, tua dan mati bukanlah sebab penderitaan, silakan anda menyimak langsung ceramah dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera yang dibawakan saat perayaan Asadha 2014 di Vihara Pluit Dharma Sukha. Silakan anda mengklik tombol play dibawah ini untuk mendengarkan lagsung secara streaming. anda butuh aplikasi flash player untuk mendengarkan secara langsung. Anda juga bisa mendownloadnya dengan mengunakan username dan password yang telah kami berikan secara gratis saat anda mendaftar sebagai anggota ceramahdhamma.com

Ceramah Dhamma Bhante Sri Pannavaro Mahathera ‘Sakit Tua Mati Bukanlah sebab Penderitaan’

[0:54:25] 12.4 MB
Download Ceramah Dhamma ‘Sakit Tua Mati Bukanlah Sebab Penderitaan’ Bhante Sri Pannavaro Mahathera 12.4 MB

Selamat mendengarkan, Semoga anda dapat menata pikiran anda dan mengurangi penderitaan. Semoga anda berbahagia. Sadhu…Sadhu…Sadhu.

10 Comments »

  • chandra sim says:

    mendengarkan ceramah ini pertama kali begitu tercerahkan, mendengarkan kedua kali makin tercerahkan , semoga teman-teman juga bisa mendengarkannya kedua kali,sadhu sadhu sadhu

  • Kwok Tjiu Moeng says:

    Yth Pak Untung,

    Mohon maaf , saya mau tanya setiap kali saya mendengar ceramah Sudah mulai beberapa menit , Akan kembali lagi mengulang dari awal lagi, Ini terus menerus kalau saya gak matikan . Mohon pengarahannya, apa yg perlu saya lakuan? Banyak terima kasih.

    • Untung says:

      Bu TjiuMoeng,
      Saya asumsikan Ibu bukan melakukan nya lewat streaming live. Apakah Ibu mendengarkan ceramah hasil download? Jika ya, kemungkinan besar hasil downloadnya tidak sempurna. Coba di ulang kembali download ceramah tersebut. Apakah gejala seperti ini, berlaku untuk semua ceramah yang sudah ibu Download? Mohon kabarnya lagi Bu. Terima kasih.

      • Yth Pak Untung,

        Pak , Iya saya mendengarkan ceramah Hasil dari download yg ada (misal 12,4MB yg sd tertera di text) Sudah saya coba beberapa ceramah dan juga sudah saya ulang beberapa kali, hasil nya tetap, kalau sudah mendengar beberapa menit Akan kembali mengulang dari awal lagi,apa yg salah ya? Tolong di beritahu apa harus saya lakukan, banyak terima kasih ya.

        • Untung says:

          Apakah Ibu sudah pernah mendownload ceramah yang berhasil ? kalau pernah tolong info yang mana dan info juga ceramah2 mana saja yang gagal dan selalu mengulang. Ibu menggunakan aplikasi apa untuk mendengarkan file Mp3 hasil download ceramah?
          Silakan Ibu Tjiu Moeng kirim infonya lewat email langsung ke saya yah, supaya bisa lebih gampang korespondensinya. email saya Ibu tahu kan? Terima kasih.

  • handriyanto suhardi says:

    Semua Topik ceramah yang dibawakan oleh Yang Aria Bhante Sri Pannavaro Mahathera….. Sangat membuka Hati dan Pikiran saya untuk berkaca diri untuk menapaki sisa-sisa kehidupan dan menghabiskan semua karma saya yang ada.
    …Anumodhana Bhante… Anumodhana Pak Untung…
    Nammobuddhaya.

  • Irwan says:

    Ceramah Bhante Pannavaro, sangat bagus dan mengena di hati dan pikiran.

    Terima kasih

  • lanny cia says:

    Mengapa Skrg download nya selalu failed ? Unavailable ?
    Terimakasih.

    • Untung says:

      Bu Lanny,
      Apakah hanya ceramah yang ini atau juga yang lainnya? jika yang lainnya juga failed maka masalahnya ada di jalur internet yang ibu gunakan, mungkin bandwidthnya terbatas. atau mungkin juga server kami sedang sibuk. Coba ulangi lagi di waktu yang lain.
      Untuk mendownload, langsung saja klik urlnya yah bu. Jangan klik kanan. lalu masukkan username dan passwordnya dengan benar.
      Terima kasih.

Kami Mengharapkan Komentar Anda, Silakan Tulis Komentar Anda !

Silahkan Isi Komentar anda dibawah, atau trackback dari site anda. Tulislah Komentar Anda dengan Sopan dan tetap dalam topik Buddha Dhamma/Ceramah Dhamma.

Web ini memungkinkan Anda Menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan Gravatar anda, Silakan daftar di Gravatar. Komentar akan di-moderasi sebelum ditampilkan. Terima Kasih

*
Mohon tuliskan kata yang ada di bawah ini sebelum klik 'Kirim Komentar'. Terima kasih.
Anti-spam image